Byklik.com | Banda Aceh – Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) membahas rencana kerja sama untuk memperkuat penempatan serta pelindungan pekerja migran Indonesia melalui berbagai program pendidikan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Pembahasan tersebut berlangsung saat Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Dr. Mujiburrahman, menerima kunjungan Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Aceh, Siti Rolijah, di ruang kerjanya, Jumat, 19 Juni 2026.
Pertemuan itu membahas rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian P2MI/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan UIN Ar-Raniry sebagai landasan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kapasitas calon pekerja migran Indonesia.
“Kerja sama ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Selama ini dosen dan mahasiswa UIN Ar-Raniry juga telah melakukan pengabdian internasional dengan mendampingi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia dan Thailand,” ujar Mujiburrahman.
Ia menjelaskan, program pendampingan tersebut melibatkan sejumlah fakultas, di antaranya Fakultas Psikologi serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, dengan dukungan perwakilan diplomatik Indonesia di negara tujuan.
Menurutnya, nota kesepahaman yang sedang dipersiapkan diharapkan menjadi payung hukum untuk pelaksanaan berbagai program kolaboratif antara kedua lembaga.
“MoU penting sebagai payung hukum, tetapi yang lebih utama adalah implementasinya melalui perjanjian kerja sama sehingga program-program yang direncanakan benar-benar berjalan,” katanya.
Dalam pertemuan itu, UIN Ar-Raniry juga menawarkan sejumlah potensi kolaborasi, mulai dari pelatihan bahasa asing hingga sertifikasi kompetensi bagi calon pekerja migran Indonesia.
Saat ini, UIN Ar-Raniry mengembangkan berbagai program pelatihan bahasa melalui pusat pengembangan bahasa kampus, meliputi bahasa Jepang, Turki, Arab, dan Inggris yang dinilai relevan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.
Sementara itu, Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, mengatakan kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan daya saing pekerja migran Indonesia.
Menurutnya, UIN Ar-Raniry memiliki potensi besar dalam mendukung program peningkatan kapasitas calon pekerja migran melalui pelatihan bahasa, sertifikasi kompetensi, hingga pembekalan lintas budaya sebelum bekerja di luar negeri.
“Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global, termasuk bagi calon pekerja migran Indonesia,” ujarnya.
Selain itu, BP3MI Aceh juga menawarkan kolaborasi dalam program sosialisasi peluang kerja luar negeri yang aman dan sesuai prosedur kepada mahasiswa serta calon alumni UIN Ar-Raniry.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu membuka peluang yang lebih luas bagi generasi muda Aceh untuk memperoleh akses pekerjaan di luar negeri secara legal, aman, dan kompetitif, sekaligus memperkuat pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia.











