HeadlineInternasional

Trump Batalkan Kunjungan, Upaya Damai AS-Iran Terganjal

Avatar
×

Trump Batalkan Kunjungan, Upaya Damai AS-Iran Terganjal

Sebarkan artikel ini
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Foto: Gedung Putih]

Byklik.com | Washington – Upaya diplomatik Amerika Serikat untuk meredakan konflik dengan Iran mengalami kemunduran setelah Presiden Donald Trump membatalkan kunjungan dua utusan khusus ke Pakistan, Sabtu, 25 April 2026.

Pembatalan kunjungan Steve Witkoff dan Jared Kushner dilakukan tak lama setelah Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi meninggalkan Islamabad usai melakukan pertemuan dengan pejabat Pakistan.

Trump menyebut rencana perjalanan tersebut terlalu mahal dan memakan waktu, serta menilai proposal perdamaian terbaru dari Iran belum memuaskan.

“Penawaran mereka belum cukup,” ujar Trump sebelum bertolak kembali ke Washington.

Baca Juga  Guru Besar UGM Kritik ART, Nilai Ancam Kedaulatan

Dalam pernyataan di media sosial Truth Social, Trump juga meragukan soliditas pemerintahan Iran.

“Tidak ada yang tahu siapa yang berkuasa. Jika mereka ingin berbicara, mereka tinggal menelepon,” tulisnya.

Sementara itu, pihak Teheran memberikan sinyal berbeda. Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi menyebut kunjungannya ke Pakistan sebagai “sangat produktif”.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya tidak akan mengikuti negosiasi di bawah tekanan.

“Iran tidak akan berpartisipasi dalam negosiasi paksa di bawah ancaman atau blokade,” tegasnya dalam percakapan dengan Perdana Menteri Pakistan.

Baca Juga  Wakapolri Tiba di Tamiang, Perintahkan Percepat Penyaluran Bantuan

Ia juga meminta Amerika Serikat terlebih dahulu mencabut hambatan operasional, termasuk blokade pelabuhan laut Iran, sebagai prasyarat dialog.

Sebelumnya, Gedung Putih sempat menyampaikan optimisme akan adanya kemajuan, bahkan Wakil Presiden JD Vance disebut siap melanjutkan pembicaraan di Islamabad setelah putaran awal yang belum membuahkan hasil.

Namun dengan dibatalkannya kunjungan utusan AS, prospek kesepakatan damai dalam waktu dekat kembali diragukan.