Byklik.com | Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memasang 32 unit kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV) di sejumlah titik strategis sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan keamanan di ruang publik.
Program tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan Aceh Tengah sebagai daerah yang bersih, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, mengatakan pemasangan CCTV dilakukan untuk mendukung program kebersihan daerah serta memperkuat sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan daerah.
“Pemasangan CCTV ini merupakan bagian dari komitmen kami menjaga kebersihan Aceh Tengah. Daerah kita adalah daerah wisata sehingga kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. Kami ingin memberikan kesan yang baik kepada setiap wisatawan yang datang berkunjung ke Aceh Tengah,” ujar Haili Yoga usai penandatanganan kerja sama pengembangan pariwisata berbasis digital bersama Telkomsel, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut dia, keberadaan CCTV diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat maupun wisatawan untuk menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan.
Pemerintah daerah juga mendorong penerapan sanksi sesuai peraturan yang berlaku, termasuk qanun kampung, terhadap pelanggaran yang ditemukan.
“Kita ini pelayan. Tugas kita memastikan tamu yang datang merasa nyaman dan melihat Aceh Tengah sebagai daerah yang bersih, indah, dan tertib,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah menjelaskan, saat ini sebanyak 32 unit CCTV telah dipasang di berbagai lokasi strategis. Titik pemasangan meliputi kawasan pintu masuk daerah, ruang publik, serta sejumlah lokasi yang selama ini kerap menjadi titik pembuangan sampah sembarangan.
Menurutnya, pemasangan CCTV merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah dalam mendukung gerakan Aceh Tengah Bersih.
“CCTV dipasang di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan perbatasan dan lokasi yang rentan terjadi pembuangan sampah sembarangan,” ujarnya.
Selain berfungsi untuk mendukung pengawasan kebersihan, CCTV juga dimanfaatkan sebagai sarana pemantauan keamanan dan pencegahan tindak kriminalitas. Keberadaan perangkat tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan.
“Dengan adanya CCTV, masyarakat mengetahui bahwa aktivitas di ruang publik dapat dipantau sehingga dapat meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan,” katanya.
Saat ini, layanan CCTV yang dikelola Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tengah sudah dapat diakses masyarakat melalui portal pemantauan daring yang disediakan pemerintah daerah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berencana mengintegrasikan sistem CCTV yang dikelola berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif dan terpusat.
Selain itu, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan penerapan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung analisis data secara otomatis. Teknologi tersebut diharapkan mampu membantu pemantauan arus lalu lintas, menghitung jumlah kendaraan yang masuk dan keluar wilayah Aceh Tengah, serta mendeteksi aktivitas pembuangan sampah di lokasi tertentu.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam waktu dekat juga akan meluncurkan kampanye “Aceh Tengah Bersih” melalui penyebaran video edukasi dan berbagai materi publikasi.
Kampanye tersebut bertujuan mengajak masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan demi mendukung citra Aceh Tengah sebagai daerah tujuan wisata yang bersih, aman, dan nyaman.***











