Uncategorized

Sekda Aceh Sidak RSUD Langsa, Soroti Pelayanan Pasien

Avatar
×

Sekda Aceh Sidak RSUD Langsa, Soroti Pelayanan Pasien

Sebarkan artikel ini
Sekda Aceh, M. Nasir S.IP, MPA, mengunjungi pasien yang sedang dirawat saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Langsa, Senin, 11 Mei 2026. [Foto: Humas Aceh]

ByKlik.com | Langsa – Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kota Langsa untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal. Dalam sidak tersebut, Sekda menegaskan pasien harus menjadi prioritas utama dan tidak boleh terhambat oleh persoalan administrasi maupun layanan rumah sakit, Senin 11 Mei 2026.

Saat meninjau sejumlah ruang pelayanan, M Nasir mengecek langsung berbagai kendala yang dihadapi pasien selama proses berobat. Ia meminta manajemen rumah sakit segera melakukan evaluasi dan mencari solusi atas setiap persoalan yang ditemukan di lapangan.

Baca Juga  Marak Penipuan Catut Nama Istri Gubernur Aceh, Modus Tawarkan Bantuan Modal Usaha

“Kita mengecek kendala proses pelayanan. Pasien harus diprioritaskan, jangan sampai terhambat,” kata M Nasir.

Dalam kunjungan tersebut, Sekda Aceh didampingi Plt Direktur RSUD Kota Langsa, Erizal, S.KM, M.Kes, beserta jajaran rumah sakit.

M Nasir juga mengingatkan pentingnya komunikasi yang baik antara pimpinan, tenaga medis, petugas administrasi, dan masyarakat agar pelayanan berjalan lancar serta tidak menimbulkan kesalahpahaman.

“Berikan edukasi kepada masyarakat. Pemahaman mengenai siapa saja pasien yang diprioritaskan sangat penting agar tidak terjadi kesalahpahaman selama proses berobat,” ujarnya.

Baca Juga  RSUD Aceh Besar Normal Usai Mogok, Masalah Belum Tuntas

Sekda Aceh menegaskan pasien dengan penyakit katastropik atau penyakit berbiaya tinggi dan berisiko komplikasi berat wajib mendapatkan pelayanan khusus tanpa pembatasan desil.

“Tanpa ada batasan desil,” kata Nasir.

Selain pasien penyakit katastropik, prioritas pelayanan juga harus diberikan kepada penyandang disabilitas dan pasien Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

M Nasir turut meminta petugas administrasi bekerja lebih cepat dan responsif dalam membantu pasien guna mencegah antrean panjang di rumah sakit.