Byklik.com | Banda Aceh – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Banda Aceh menegaskan pentingnya sinergi dengan kepolisian dalam memastikan keamanan pangan, khususnya pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Komitmen itu disampaikan Kepala BBPOM Banda Aceh, Riyanto, dalam Rapat Kerja Pengawasan Inspektorat Pengawasan Daerah Polda Aceh Tahun Anggaran 2026 di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Jumat, 8 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri Irwasda Polda Aceh bersama jajaran Wakapolres, Kasiwas, Kasubbagrenmin, serta operator dari seluruh wilayah hukum Polda Aceh.
Dalam kesempatan itu, Riyanto memaparkan materi mengenai kewenangan BPOM dalam pengawasan penyelenggaraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dan Program Makan Bergizi Gratis.
“Pengawasan obat dan makanan tidak dapat dilakukan sendiri. Sinergi antara BPOM dan kepolisian menjadi kunci dalam memastikan keamanan pangan dan perlindungan masyarakat,” ujar Riyanto.
Ia menjelaskan pengawasan pangan dilakukan mulai dari tahap sebelum produk beredar hingga setelah beredar di masyarakat. Menurutnya, pengawasan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor agar perlindungan masyarakat berjalan optimal.
Selain regulasi pengawasan pangan, pembahasan terkait Program Makan Bergizi Gratis menjadi fokus utama dalam rapat tersebut. BBPOM memaparkan pengawasan standar higienitas dapur, pengelolaan makanan, hingga mekanisme penanganan kejadian luar biasa keracunan pangan.
Riyanto mengatakan mekanisme respons cepat dan koordinasi lintas instansi menjadi bagian penting dalam penanganan kasus keracunan pangan.
“Program Makan Bergizi Gratis harus berjalan dengan prinsip keamanan pangan yang ketat. Dengan pengawasan yang presisi dan kolaboratif, kita dapat mencegah risiko yang berpotensi membahayakan masyarakat,” katanya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dari peserta terkait keterlibatan kepolisian dalam mendukung pengawasan pelaksanaan program MBG di lapangan.
Melalui kegiatan itu, BPOM dan Polda Aceh diharapkan dapat memperkuat kerja sama pengawasan obat dan makanan demi mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis serta meningkatkan perlindungan masyarakat di Aceh.











