Berita UtamaEkonomi & BisnisHeadline

Prabowo Resmikan 32 Ruas Jalan Daerah di Aceh

Avatar
×

Prabowo Resmikan 32 Ruas Jalan Daerah di Aceh

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer di seluruh Indonesia, dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, Selasa, 23 Juni 2026. [Foto: Setpres]

Byklik.com | Sampang – Presiden Prabowo Subianto meresmikan pembangunan 1.151 kilometer jalan hasil pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dari total tersebut, Provinsi Aceh mendapat porsi 119,62 kilometer yang tersebar di 32 ruas jalan, sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, Selasa, 23 Juni 2026.

Peresmian secara nasional dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

Sebanyak 32 ruas jalan di Aceh tersebar di sejumlah kabupaten/kota, yakni masing-masing satu ruas di Kota Lhokseumawe, Kota Banda Aceh, Kabupaten Gayo Lues, Kabupaten Aceh Tamiang, Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Aceh Barat Daya, Kabupaten Aceh Tenggara, dan Kabupaten Aceh Selatan.

Selanjutnya terdapat tiga ruas di Kabupaten Aceh Utara, tiga ruas di Kabupaten Bireuen, satu ruas di Kabupaten Pidie Jaya, dua ruas di Kabupaten Simeulue, dua ruas di Kabupaten Aceh Tengah, dua ruas di Kabupaten Nagan Raya, dua ruas di Kabupaten Pidie, tiga ruas di Kabupaten Aceh Besar, serta dua ruas di Kabupaten Aceh Jaya.

Baca Juga  Wali Kota Banda Aceh Serahkan Sapi Kurban Bantuan Presiden

Presiden Prabowo menegaskan pembangunan jalan memiliki peran strategis bagi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan wilayah yang luas dan kondisi geografis yang beragam.

“Indonesia adalah negara sangat besar, dengan wilayah yang sangat luas, dengan kondisi geografis yang berbeda-beda. Biaya angkut akan menjadi lebih murah kalau jalan-jalan cukup, kalau ada konektivitas di antara semua pusat-pusat produksi dan tempat-tempat pemukiman,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Kepala Negara, ketersediaan jalan yang memadai akan memperlancar konektivitas antara pusat produksi dan kawasan permukiman sehingga mampu menekan biaya transportasi dan logistik nasional.

Presiden juga menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan tidak ada daerah yang tertinggal akibat keterbatasan akses infrastruktur.

“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan jalan tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi barang, tetapi juga menjadi bagian penting dari strategi ketahanan nasional.

“Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita. Swasembada pangan tidak hanya soal benih, pupuk, irigasi. Swasembada energi tidak hanya soal energi. Ini juga adalah hasil jaringan distribusi yang lancar dan baik. Energi harus dapat menjangkau masyarakat dari kawasan-kawasan produktif,” ungkap Presiden.

Baca Juga  Prabowo: Nuzulul Quran Momentum Berantas Korupsi Nasional

Presiden Prabowo turut mengajak seluruh pemerintah daerah, termasuk di Aceh, untuk menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun agar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

“Dengan selesainya jalan daerah ini, saya mengajak seluruh pemerintah daerah untuk menjaga dan memanfaatkan infrastruktur dengan sebaik-baiknya. Dalam tahun-tahun yang akan datang, kita akan tingkatkan biaya untuk pembangunan di seluruh daerah-daerah sampai ke desa-desa,” ujarnya.

Presiden juga mengapresiasi hasil pembangunan jalan yang dinilai memiliki kualitas baik sekaligus mengingatkan pentingnya akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

“Kita melihat kualitas cukup baik. Ini harus dipertahankan. Semua pengeluaran uang rakyat harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” pungkas Presiden Prabowo.

Dengan terealisasinya 119,62 kilometer jalan pada 32 ruas di Aceh, diharapkan konektivitas antardaerah semakin meningkat, distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan sektor produktif lainnya menjadi lebih lancar, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok provinsi tersebut.