Byklik.com | Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang dipusatkan di kawasan Monumen Nasional, Jumat, 1 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 400 ribu buruh dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa berbagai kebijakan pemerintah selama satu tahun terakhir diarahkan untuk memperkuat perlindungan dan meningkatkan kesejahteraan pekerja, khususnya kaum buruh.
Sejumlah kebijakan yang disampaikan antara lain penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan atas perjuangannya dalam memperjuangkan hak buruh. Pemerintah juga telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) setelah lebih dari dua dekade proses pembahasan.
Selain itu, pemerintah meratifikasi Konvensi International Labour Organization (ILO) Nomor 188 melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 untuk memperkuat perlindungan bagi awak kapal perikanan. Perlindungan juga diperluas kepada pengemudi transportasi daring dan pekerja sektor digital melalui Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026.
Di bidang ketenagakerjaan, pemerintah membentuk Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) melalui Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 sebagai langkah antisipatif terhadap potensi PHK di berbagai sektor.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada para buruh atas kontribusi mereka dalam pembangunan nasional.
“Saya menyadari, saya merasakan, dan saya menghormati perjuangan saudara-saudara. Seorang yang bekerja dengan badannya, dengan keringatnya, dengan tangannya adalah seorang yang mulia,” ujar Presiden.
Ia juga menegaskan bahwa buruh, petani, dan nelayan merupakan kelompok yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional meskipun kerap menghadapi tantangan hidup.
Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Ely Rosita Silaban, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo yang dinilai menunjukkan kedekatan dengan kaum buruh.
“Terima kasih sudah dua kali berturut-turut Bapak bersama buruh. Ini menunjukkan buruh diperhatikan dan dicintai pemerintah,” ujarnya di hadapan Presiden.
Ely juga menyebut kehadiran Presiden dalam peringatan May Day merupakan momen bersejarah karena menunjukkan keterlibatan langsung kepala negara dalam perayaan Hari Buruh.
Peringatan May Day 2026 di Monas berlangsung tertib dan kondusif serta menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha dalam meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia.***











