Byklik.com | Langsa – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Aceh menargetkan kebangkitan prestasi pencak silat Aceh di tingkat nasional melalui pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Aceh (Pra PORA) Wilayah III di Kota Langsa.
Sekretaris Umum Pengprov IPSI Aceh, Maszuwar Z.M, mengatakan Aceh memiliki sejarah panjang sebagai daerah kuat dalam cabang pencak silat di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Aceh pernah sejajar dengan daerah kuat di Pulau Jawa. Pada PON tahun 2000 Aceh meraih medali emas, begitu juga pada PON 2004,” kata Maszuwar saat membuka Pra PORA Pencak Silat Wilayah III di Gedung Multiguna Universitas Samudra, Sabtu, 23 Mei 2026.
Menurutnya, tradisi prestasi tersebut harus menjadi motivasi untuk membangun kembali kejayaan pencak silat Aceh melalui pembinaan atlet yang berkelanjutan dan kompetitif.
Ia menilai regenerasi atlet pencak silat Aceh saat ini terus menunjukkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari capaian atlet Aceh pada sejumlah ajang nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Pada PON Papua, Aceh berhasil meraih satu medali perak. Sementara pada PON Aceh-Sumut, kontingen Aceh membawa pulang satu medali perak dan lima medali perunggu.
“Target kita ke depan bukan hanya ikut bertanding, tetapi mengembalikan tradisi emas pencak silat Aceh di PON 2028,” ujarnya.
Maszuwar menegaskan Pra PORA menjadi ajang strategis untuk menjaring atlet terbaik dari berbagai kabupaten dan kota menuju PORA 2027 di Aceh Jaya sekaligus mempersiapkan atlet menghadapi Pra PON dan PON mendatang.
Pra PORA Pencak Silat Wilayah III diikuti tujuh kabupaten/kota, yakni Aceh Timur, Aceh Utara, Aceh Tamiang, Kota Langsa, Lhokseumawe, Aceh Tenggara, dan Gayo Lues. Sebanyak 115 atlet dan 31 ofisial ambil bagian dalam pertandingan yang berlangsung hingga 25 Mei 2026.
Ketua panitia, Mayor (Purn) Erman, mengatakan kompetisi tersebut menjadi wadah penting untuk melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional.
“Kami ingin Pra PORA ini melahirkan atlet-atlet potensial yang mampu membawa kembali kejayaan pencak silat Aceh,” katanya.
Wakil Wali Kota Langsa, Muhammad Haikal Alfisyahrin, membuka secara resmi pertandingan melalui prosesi pemukulan gong yang turut disaksikan Ketua IPSI Langsa Ilham Pangestu, unsur Forkopimda, KONI, serta para atlet dan ofisial.
Pemerintah dan insan olahraga Aceh berharap Pra PORA menjadi langkah awal memperkuat pembinaan olahraga sekaligus mencetak generasi atlet pencak silat yang berprestasi, disiplin, dan berdaya saing tinggi.











