Berita Utama

Pemkab Aceh Besar dan IDI Perkuat Pelayanan Kesehatan

Bambang Iskandar Martin
×

Pemkab Aceh Besar dan IDI Perkuat Pelayanan Kesehatan

Sebarkan artikel ini
Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Farhan AP, memberikan sambutan pada pelantikan Pengurus IDI Cabang Aceh Besar periode 2026–2029 di Orion Hall, Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu, 12 September 2026. (Foto: Prokopim Aceh Besar)

Byklik.com | Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar memperkuat kemitraan dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Besar untuk mendukung peningkatan mutu dan pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pelantikan Pengurus IDI Cabang Aceh Besar periode 2026–2029 yang dirangkai dengan Seminar Hukum Kesehatan di Orion Hall, Darul Imarah, Aceh Besar, Sabtu, 12 September 2026.

Kegiatan bertema “Memperkuat Solidaritas Profesi, Menjunjung Etika Kedokteran serta Sinergi Meningkatkan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Aceh Besar” itu dibuka Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Farhan AP yang mewakili Bupati Aceh Besar Muharram Idris.

Dalam sambutan yang dibacakan Farhan, Muharram mengatakan dokter memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, selain menjalankan tugas sebagai tenaga profesional di bidang kesehatan.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun sistem kesehatan. Karena itu, IDI dipandang sebagai salah satu mitra strategis pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkeadilan.

“Pembangunan kesehatan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Diperlukan kolaborasi dan sinergi antara pemerintah daerah, dokter, tenaga kesehatan, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Muharram dalam sambutannya.

Ia mengatakan sinergi lintas sektor diperlukan agar masyarakat Aceh Besar memperoleh pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau, bermutu, manusiawi, dan sesuai dengan standar profesi.

Muharram juga menilai tantangan di sektor kesehatan semakin kompleks seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran, digitalisasi pelayanan, serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas layanan.

Menurutnya, dokter tidak hanya dituntut memiliki kompetensi medis, tetapi juga perlu memahami etika, profesionalisme, administrasi, dan aspek hukum dalam menjalankan tugas.

Atas dasar itu, Muharram mengapresiasi pelaksanaan Seminar Hukum Kesehatan yang dinilai relevan dengan kebutuhan tenaga medis.

Ia mengatakan pemahaman terhadap aspek hukum penting karena hubungan antara tenaga medis, pasien, fasilitas pelayanan kesehatan, dan pemerintah semakin kompleks.

“Di satu sisi, dokter harus memberikan pelayanan terbaik berdasarkan ilmu pengetahuan dan standar profesi. Namun, di sisi lain, dokter juga harus memahami batas-batas kewenangan, hak dan kewajiban, serta aspek hukum yang melekat dalam setiap tindakan pelayanan kesehatan,” katanya.

Baca Juga  Forikan Aceh Besar Dorong Keluarga Tingkatkan Konsumsi Ikan

IDI Siap Bermitra

Ketua IDI Cabang Aceh Besar dr. Aidil Fitria menegaskan kesiapan organisasinya untuk bermitra dengan Pemkab Aceh Besar dalam meningkatkan pelayanan kesehatan.

“Kami siap bermitra,” kata Aidil.

Ia mengatakan perkembangan informasi yang cepat membuat tenaga medis, termasuk dokter yang bertugas di rumah sakit dan puskesmas, perlu memahami aspek hukum dalam menjalankan profesinya.

Menurut Aidil, seminar hukum tersebut sengaja dirangkai dengan pelantikan pengurus baru agar para dokter memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai aspek hukum dan dapat menjalankan tugas secara profesional.

“Sekarang informasi berkembang begitu cepat sehingga kita di IDI sangat rawan dengan masalah hukum, termasuk rumah sakit dan puskesmas. Karena itu, kita rangkai dengan seminar hukum agar kita lebih aman, paham hukum, dan tidak merasa waswas dalam bertugas,” ujarnya.

Aidil juga menyoroti sejumlah tantangan kesehatan yang masih perlu mendapat perhatian di Aceh Besar, di antaranya capaian imunisasi dan persoalan stunting yang menurutnya belum mencapai target.

Ia berharap IDI Aceh Besar dapat memperkuat koordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh Besar dan instansi terkait untuk membantu menangani persoalan tersebut.

“Kita harapkan teman-teman IDI Aceh Besar berkolaborasi dengan Dinkes Aceh Besar dan instansi lain. Dengan dukungan teman-teman, semoga nanti kita bisa berkontribusi semakin baik bagi masyarakat,” katanya.

Aidil juga berharap dukungan dan arahan dari Bupati Aceh Besar agar IDI dapat terus memberikan kontribusi bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

IDI Wilayah Aceh Dukung Penguatan Kolaborasi

Sekretaris IDI Wilayah Aceh dr. Izzidin Fadhil, yang mewakili Ketua IDI Wilayah Aceh dr. Muntadar, Sp.BA, turut menyampaikan dukungan terhadap penguatan kolaborasi tersebut.

Izzidin sekaligus melantik Pengurus IDI Cabang Aceh Besar periode 2026–2029 berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar IDI Nomor 0556/PB/A.4106/2026.

Ia menilai kerja sama antara Pemkab Aceh Besar dan IDI memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Baca Juga  Bupati Aceh Besar Luncurkan Galeri Budaya Digital

“Saya yakin dengan kolaborasi, semua bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Aceh Besar. Pengurus IDI Aceh Besar ini saya lihat juga sangat kompak,” ujarnya.

Menurut Izzidin, IDI Wilayah Aceh siap mendukung IDI Aceh Besar dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan, termasuk persoalan kebutuhan tenaga medis.

“Kami di IDI Wilayah Aceh juga akan ikut mendukung teman-teman IDI Aceh Besar. Kami melihat potensi Pemkab Aceh Besar untuk berkolaborasi dengan IDI sangat besar. IDI pasti akan membantu memberikan solusi, termasuk menutupi kekurangan tenaga medis,” katanya.

Ia mengatakan kolaborasi juga dapat diperluas dengan melibatkan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dapat menjadi bagian dari upaya mendukung peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.

“Dengan kolaborasi dan sinergi yang kuat, berbagai tantangan kesehatan dapat kita hadapi bersama,” ungkapnya

Susunan Pengurus IDI Aceh Besar 2026–2029

Dalam sambutannya, Bupati Aceh Besar juga berharap kepengurusan IDI Cabang Aceh Besar periode 2026–2029 semakin solid, profesional, terbuka, dan responsif terhadap persoalan kesehatan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama membangun budaya pelayanan kesehatan yang mengedepankan profesionalisme sekaligus nilai-nilai kemanusiaan. Sebab, pada akhirnya, di balik setiap pelayanan kesehatan terdapat harapan, kepercayaan, dan kehidupan seorang manusia yang harus kita jaga,” pesan Muharram dalam sambutan yang dibacakan Farhan.

Pengurus IDI Cabang Aceh Besar periode 2026–2029 yang dilantik terdiri atas Ketua dr. Aidil Fitria, Wakil Ketua I dr. Nilawati, Wakil Ketua II dr. Riva Zurianti, Sekretaris dr. Masyiththah, Wakil Sekretaris dr. Hanah Juwita Eka Puteri, dan Bendahara dr. Ina Nusrina.

Pemkab Aceh Besar berharap kepengurusan baru tersebut dapat memperkuat hubungan kemitraan dengan pemerintah daerah serta melahirkan langkah konkret dalam menjawab berbagai tantangan kesehatan.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung perluasan akses pelayanan, peningkatan kualitas tenaga medis, serta terwujudnya pelayanan kesehatan yang semakin baik bagi masyarakat Aceh Besar.***