Berita Utama

Museum Indrapurwa Resmi Dibuka untuk Publik

Bambang Iskandar Martin
×

Museum Indrapurwa Resmi Dibuka untuk Publik

Sebarkan artikel ini
Kepala Museum Indrapurwa, Saifullah, bersama pengurus Ikatan Pemuda Peukan Bada (IPPB). (Ist)

Byklik.com | Jantho – Museum Indrapurwa yang dikelola Ikatan Pemuda Peukan Bada (IPPB) resmi dibuka untuk umum setelah melalui proses kurasi koleksi selama satu bulan terakhir. Kehadiran museum ini diharapkan menjadi pusat edukasi sekaligus pelestarian sejarah bagi masyarakat.

Peresmian operasional museum tersebut turut diwarnai kunjungan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah I Aceh, Piet Rusdi, bersama tim dalam rangka survei registrasi museum di Peukan Bada, Senin, 13 April 2026.

Kepala Museum Indrapurwa, Saifullah, mengatakan museum tersebut dirancang sebagai ruang edukatif yang interaktif dengan menghadirkan berbagai koleksi bersejarah autentik sebagai sumber pembelajaran, khususnya bagi generasi muda.

Baca Juga  Api Bakar Rumpun Bambu di Ingin Jaya

“Museum ini menampilkan berbagai artefak penting, mulai dari peninggalan prasejarah, benda-benda bersejarah kerajaan, hingga dokumentasi perkembangan sosial dan budaya masyarakat,” kata Saifullah.

Ia menjelaskan, Museum Indrapurwa tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga sebagai pusat penelitian dan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, serta masyarakat umum.

Menurut dia, museum tersebut juga ditargetkan berkembang menjadi destinasi wisata unggulan di Aceh Besar yang mampu menarik wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.

Baca Juga  Longsor Tambang Emas Ilegal di Aceh Jaya Tewaskan Satu Pekerja

“Museum Indrapurwa diharapkan menjadi ikon baru dalam pelestarian sejarah sekaligus sarana rekreasi yang bernilai edukatif,” ujarnya.

Saifullah turut menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung berdirinya museum, termasuk BPK Wilayah I Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta pemerintah Kecamatan Peukan Bada.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, termasuk tim BPK Wilayah I Aceh yang telah melakukan survei registrasi museum,” tutupnya.***