Berita Utama

Mualem Usul ke Presiden Maskapai Arab Saudi Angkut Jemaah Umrah Aceh

Avatar
×

Mualem Usul ke Presiden Maskapai Arab Saudi Angkut Jemaah Umrah Aceh

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: AI]

Byklik.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh meminta dukungan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar maskapai Arab Saudi memperoleh izin khusus singgah dan mengangkut penumpang di Bandara Sultan Iskandar Muda (BTJ), Aceh Besar. Langkah tersebut diharapkan membuka peluang penerbangan umrah langsung dari Aceh dengan biaya lebih murah dan efisien.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Aceh melalui surat resmi kepada Presiden RI tertanggal 29 April 2026 terkait dukungan kebijakan akselerasi penerbangan umrah dari Aceh.

Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, mengatakan Pemerintah Aceh mengusulkan skema technical stop with traffic rights bagi maskapai Arab Saudi. Skema tersebut memungkinkan maskapai asing singgah di Bandara BTJ sekaligus mengangkut jamaah umrah asal Aceh menuju Arab Saudi.

“Bapak Gubernur meminta dukungan agar maskapai Arab Saudi dapat memperoleh izin technical stop with traffic rights di Bandara BTJ,” kata T. Faisal di Banda Aceh, Kamis, 14 Mei 2026.

Baca Juga  Kemlu Siaga Evakuasi WNI di Tengah Ancaman Serangan ke Iran

Menurut Faisal, selama ini jamaah umrah Aceh masih menghadapi biaya perjalanan yang tinggi karena keterbatasan penerbangan langsung dari Aceh. Mayoritas jamaah harus transit melalui Kuala Lumpur sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

“Selain membuat perjalanan lebih panjang, kondisi ini juga menyebabkan biaya tiket lebih mahal,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut menjadi solusi penting di tengah keterbatasan armada badan lebar milik maskapai nasional yang belum mampu melayani penerbangan reguler langsung dengan harga kompetitif dari Aceh.

Pemerintah Aceh menilai hadirnya penerbangan langsung umrah dari BTJ tidak hanya mempermudah masyarakat, tetapi juga berpotensi mengurangi kebocoran devisa negara akibat dominasi transit luar negeri.

“Potensi jamaah umrah Aceh mencapai sekitar 32 ribu orang per tahun. Kalau penerbangan langsung bisa dibuka dari BTJ, manfaat ekonominya juga besar bagi Aceh dan Indonesia,” kata Faisal.

Baca Juga  Prabowo Kumpulkan Menteri Bahas Pendidikan RI–Inggris

Selain dukungan izin penerbangan, Pemerintah Aceh juga meminta pemerintah pusat membantu menghadirkan harga avtur yang lebih kompetitif di Bandara Sultan Iskandar Muda.

Menurut Faisal, harga avtur menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi biaya operasional maskapai dalam membuka rute penerbangan baru.

“Bapak Gubernur juga meminta dukungan kepada Bapak Presiden agar harga avtur di BTJ bisa lebih kompetitif sehingga dapat meningkatkan minat maskapai membuka penerbangan langsung dari Aceh,” ujarnya.

Pemerintah Aceh berharap dukungan tersebut dapat mempercepat terwujudnya penerbangan langsung umrah dari BTJ sehingga masyarakat memperoleh akses perjalanan yang lebih mudah, nyaman, dan terjangkau.