Berita UtamaInternasional

Mengenal Belarus, Negara Eropa Timur Mitra Strategis Baru Indonesia

Avatar
×

Mengenal Belarus, Negara Eropa Timur Mitra Strategis Baru Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pemandangan Kota Minks, Belarus pada siang hari. [Foto: Egor Kunovsky/Unsplash.com]

Byklik.com | Jakarta – Kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko ke Indonesia pada Kamis, 2 Juli 2026 menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara.

Di balik penandatanganan berbagai kerja sama strategis bersama Presiden Prabowo Subianto, Belarus merupakan negara yang relatif belum banyak dikenal masyarakat Indonesia, padahal memiliki posisi penting di kawasan Eropa Timur dengan kekuatan industri, teknologi, dan sumber daya manusia yang berkualitas.

Belarus atau Republik Belarus merupakan negara yang berada di kawasan Eropa Timur dengan luas wilayah sekitar 207.600 kilometer persegi. Negara ini berbatasan dengan Rusia di sebelah timur, Ukraina di selatan, Polandia di barat, serta Lithuania dan Latvia di utara. Ibu kotanya adalah Minsk, kota modern yang menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, pendidikan, dan teknologi negara tersebut. Belarus menganut sistem republik presidensial dengan Presiden Aleksandr Lukashenko yang telah memimpin negara itu sejak 1994.

Jumlah penduduk Belarus diperkirakan sekitar 9,1 juta jiwa dengan tingkat urbanisasi mencapai hampir 80 persen. Mayoritas penduduk merupakan etnis Belarus, disusul Rusia, Polandia, dan Ukraina. Bahasa resmi yang digunakan adalah Belarus dan Rusia, sementara mata uangnya adalah Rubel Belarus (BYN). Tingkat literasi masyarakat hampir mencapai 100 persen, salah satu yang tertinggi di Eropa.

Meski mayoritas penduduk memeluk Kristen Ortodoks, Belarus juga memiliki komunitas Muslim yang telah hidup berdampingan selama berabad-abad. Jumlah umat Islam diperkirakan sekitar 45 ribu orang atau sekitar 0,5 persen dari total populasi. Sebagian besar berasal dari komunitas Lipka Tatar yang telah menetap di Belarus sejak abad ke-14 dan dikenal sebagai salah satu komunitas Muslim tertua di Eropa.

Baca Juga  May Day Banda Aceh, Buruh Desak Perbaikan Nasib

Bagi wisatawan, Minsk menjadi kota yang paling menarik untuk dikunjungi. Kota ini dikenal sangat bersih, tertata rapi, memiliki taman-taman luas, jalan lebar, transportasi publik yang nyaman, serta bangunan bergaya klasik peninggalan era Uni Soviet yang berpadu dengan arsitektur modern. Selain Minsk, destinasi wisata populer lainnya adalah Kastel Mir dan Kastel Nesvizh yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, serta Taman Nasional Belovezhskaya Pushcha yang menjadi salah satu hutan purba terakhir di Eropa.

Belarus juga dikenal sebagai negara industri. Produk unggulannya meliputi traktor, truk berat, alat berat pertambangan, pupuk kalium, mesin pertanian, kendaraan angkut, produk petrokimia, peralatan elektronik, hingga produk teknologi informasi. Traktor merek MTZ Belarus dan truk berat BelAZ telah diekspor ke puluhan negara dan dikenal memiliki kualitas tinggi untuk sektor pertanian maupun pertambangan. Negara ini juga merupakan salah satu produsen pupuk potash terbesar di dunia yang menjadi komoditas penting bagi industri pertanian global.

Dari sisi kesejahteraan, Belarus tergolong negara dengan tingkat pembangunan manusia yang relatif tinggi. Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index/HDI) berada pada kategori tinggi dengan pemerataan pendapatan yang baik dibanding banyak negara lain. Pendidikan dan layanan kesehatan disubsidi pemerintah sehingga dapat diakses sebagian besar masyarakat. Tingkat kesenjangan ekonomi juga relatif rendah, menjadikan Belarus dikenal sebagai salah satu negara dengan distribusi pendapatan yang cukup merata di kawasan Eropa Timur.

Baca Juga  Kementerian PKP Siapkan Rp2,2 Triliun Bangun Huntap Pascabencana Sumatera

Warga Belarus dikenal memiliki etos kerja tinggi, disiplin, berpendidikan, serta kuat dalam bidang teknik, sains, matematika, dan teknologi. Negara ini juga melahirkan banyak tenaga ahli di bidang rekayasa mesin, teknologi informasi, dan industri manufaktur. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor teknologi digital berkembang pesat dan menjadikan Belarus salah satu pusat pengembangan perangkat lunak di kawasan Eropa Timur.

Bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Belarus, hingga kini belum tersedia penerbangan langsung dari Jakarta menuju Minsk. Perjalanan harus ditempuh dengan transit, umumnya melalui Dubai, Beijing, atau Istanbul. Total waktu perjalanan tercepat berkisar 18 hingga 24 jam, tergantung maskapai dan lama transit. Selisih waktu antara Jakarta dan Minsk adalah empat jam, dengan Jakarta lebih cepat.

Melalui kunjungan Presiden Lukashenko dan penandatanganan berbagai nota kesepahaman dengan Indonesia, Belarus berpeluang menjadi salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa Timur. Kerja sama di bidang industri, kesehatan, riset, pertahanan, kebudayaan, dan jasa keuangan diharapkan membuka peluang investasi, perdagangan, serta pertukaran teknologi yang memberikan manfaat bagi kedua negara. [dari berbagai sumber]