Byklik.com | Lhokseumawe – Sebanyak 1.655 mahasiswa baru Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) mendapatkan pembekalan wawasan kebangsaan dari Komandan Kodim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Faisal, S.Sos., M.Si., Rabu, 19 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus PNL, Jalan Medan-Banda Aceh, Buketrata, Kota Lhokseumawe, itu mengangkat tema “Navigasi Generasi Emas, Memperkokoh Wawasan Kebangsaan di Tengah Turbulensi Geopolitik dan Disrupsi Teknologi.”
Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026.
Dalam materinya, Letkol Inf Faisal mengingatkan mahasiswa agar mampu memahami berbagai perubahan yang terjadi di tingkat global. Menurutnya, perkembangan geopolitik dan kemajuan teknologi telah menghadirkan tantangan baru yang harus dihadapi generasi muda.
“Mari kita lihat dunia hari ini. Dunia sedang tidak baik-baik saja. Kita berada di era yang oleh para ahli disebut era VUCA, Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity, yaitu era yang bergejolak, tidak pasti, rumit, dan membingungkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu ancaman yang perlu diwaspadai adalah perang proksi yang dapat memengaruhi sebuah negara tanpa melalui konfrontasi secara langsung.
Ancaman tersebut, kata dia, dapat muncul melalui penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai-nilai kebangsaan, politik adu domba, pengaruh budaya yang berlebihan, kecanduan gawai, hingga penyalahgunaan narkoba.
“Selain narkoba, ada penjajahan gaya baru yang sedang menggerogoti bangsa kita dari dalam. Judi online dan pinjaman online ilegal juga menjadi ancaman serius bagi generasi muda,” katanya.
Karena itu, ia mengajak mahasiswa untuk lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi, terutama media sosial. Mahasiswa diminta membiasakan diri menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Selain itu, mahasiswa juga diingatkan agar tidak terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan.
Pada kesempatan tersebut, Letkol Inf Faisal menegaskan pentingnya menjaga empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, pemahaman terhadap empat pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai tantangan di era disrupsi teknologi dan ketidakpastian global.











