Byklik.com | Simeulue – Kapal Republik Indonesia (KRI) Tuna 876 yang membawa tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 bersandar di Pelabuhan Kargo Sinabang, Kabupaten Simeulue, Jumat, 19 Juni 2026. Kedatangan rombongan Bank Indonesia (BI) dan TNI Angkatan Laut tersebut disambut Pemerintah Kabupaten Simeulue sebagai bagian dari program pelayanan kas keliling untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Simeulue yang berada di kawasan Samudera Hindia.
Rombongan ekspedisi disambut oleh Staf Ahli Bupati Simeulue Ahmanuddin bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Simeulue.
Ahmanuddin mengatakan kunjungan KRI Tuna 876 ke Simeulue merupakan bagian dari pelaksanaan Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat yang digagas Bank Indonesia bekerja sama dengan TNI AL untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
“Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat tersebut menyasar daerah kategori 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar. Wilayah tersebut termasuk Kabupaten Simeulue yang berada di Samudera Hindia,” kata Ahmanuddin.
Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Bank Indonesia dan TNI AL yang terus menghadirkan layanan keuangan hingga ke wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup besar.
Sebelumnya, Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026 dilepas dari Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) Sabang pada Kamis, 18 Juni 2026. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia menjaga ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah yang cukup, pecahan yang sesuai, dan kondisi yang layak edar bagi masyarakat di wilayah 3T.
Pelaksana Harian Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh, Hertha Bastiawan, mengatakan distribusi uang Rupiah hingga ke wilayah terluar merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang sekaligus upaya menjaga kedaulatan negara.
“Kehadiran Rupiah di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah terpencil dan kepulauan, merupakan bentuk nyata kedaulatan negara yang harus terus dijaga,” ujarnya.
Dalam ekspedisi kali ini, tim akan mengunjungi sejumlah pulau dan kawasan kepulauan di Aceh, yakni Pulau Weh di Kota Sabang, Pulau Breuh dan Pulau Nasi di Kabupaten Aceh Besar, Kepulauan Simeulue, serta Kepulauan Banyak di Kabupaten Aceh Singkil.
Selain membawa uang Rupiah layak edar, Bank Indonesia juga menyediakan layanan penukaran uang bagi masyarakat yang memiliki uang lusuh, rusak, atau tidak layak edar agar dapat ditukarkan dengan uang baru yang masih layak digunakan.
Program Ekspedisi Rupiah Berdaulat merupakan hasil sinergi Bank Indonesia dan TNI AL yang telah berjalan sejak tahun 2012. Hingga kini, kegiatan tersebut telah menjangkau ratusan pulau terpencil di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan Rupiah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di daerah kepulauan.
Pemerintah Kabupaten Simeulue berharap kehadiran tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan akses terhadap layanan kas dan memperkuat peredaran uang Rupiah yang berkualitas di wilayah kepulauan tersebut.











