Byklik.com | Banda Aceh – Komunitas Koalisi Anak Muda Demokrasi Resilience (Kamu DemRes) bersama Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menggelar kampanye menolak wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak langsung di Banda Aceh, Minggu, 3 Mei 2026.
Aksi yang berlangsung di kawasan Car Free Day itu melibatkan sejumlah anak muda dengan berbagai kegiatan kreatif untuk menyuarakan pentingnya menjaga kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi.
Koordinator Kamu DemRes, Dwy Alfina, mengatakan pilkada langsung merupakan prinsip yang harus dipertahankan dalam demokrasi Indonesia.
“Kami mengajak anak muda agar tidak acuh terhadap kedaulatan rakyat. Pilkada langsung tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Menurutnya, wacana pengembalian pemilihan kepala daerah kepada DPRD berpotensi mengurangi hak suara masyarakat serta membuka ruang praktik politik yang tidak transparan.
“Kepala daerah yang dipilih tidak langsung cenderung lebih patuh pada partai daripada rakyat,” katanya.
Salah satu peserta aksi, Muhammad, juga menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses demokrasi.
“Pilkada harus melibatkan rakyat. Kami tidak setuju jika diwakilkan oleh dewan,” ujarnya.
Melalui kampanye ini, komunitas berharap kesadaran publik, khususnya generasi muda, meningkat untuk terus mengawal demokrasi dan memastikan hak pilih rakyat tetap menjadi penentu utama dalam pemilihan kepala daerah.











