Berita UtamaHeadlinePendidikan & Karier

Hardiknas, Implementasi Pendidikan Inklusif di Banda Aceh Dinilai Belum Optimal

Raudhatul
×

Hardiknas, Implementasi Pendidikan Inklusif di Banda Aceh Dinilai Belum Optimal

Sebarkan artikel ini
Program Manager Children and Youth Disabilities for Change (CYDC), Erlina Marlinda, [Foto: IG @erlinamarlinda]

Byklik.com | Banda Aceh – Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) kembali menyoroti belum meratanya akses pendidikan bagi seluruh anak, khususnya penyandang disabilitas di Banda Aceh, Sabtu, 2 Mei 2026.

Implementasi pendidikan inklusif di ibu kota Provinsi Aceh itu dinilai masih belum optimal, terutama terkait akses, fasilitas, serta keberlanjutan kebijakan yang mendukung peserta didik disabilitas.

Program Manager Children and Youth Disabilities for Change (CYDC), Erlina Marlinda, mengatakan bahwa meskipun konsep pendidikan inklusif telah diperkenalkan, penerapannya di lapangan masih jauh dari harapan.

Baca Juga  Al-Farlaky Serahkan Alsintan, Targetkan Aceh Timur Lumbung Pangan

“Implementasinya belum sepenuhnya berpihak pada kebutuhan anak dan remaja disabilitas,” ujar Erlina.

Ia menegaskan, pendidikan inklusif tidak cukup hanya membuka akses masuk sekolah, tetapi juga harus diikuti dengan dukungan yang memadai agar siswa disabilitas dapat belajar secara optimal dan setara.

“Sekolah perlu memastikan adanya fasilitas, tenaga pendidik yang terlatih, serta sistem pembelajaran yang adaptif,” katanya.

Menurut Erlina, salah satu tantangan terbesar adalah minimnya keberlanjutan program. Banyak inisiatif yang berjalan hanya bersifat sementara dan berhenti ketika tidak lagi mendapat pendampingan.

Baca Juga  Hentikan Pemborosan Belanja Digital Pemerintah Kini Diawasi Ketat

“Program sering kali tidak berkelanjutan. Ini yang membuat dampaknya tidak maksimal bagi anak-anak disabilitas,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa pendidikan inklusif seharusnya dibangun sebagai sistem yang terintegrasi dan berkelanjutan, bukan sekadar program jangka pendek.

“Ini penting agar anak-anak disabilitas benar-benar memiliki kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas,” tutupnya.