Byklik.com | Takengon – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh, Marlina Muzakir, menyerahkan bantuan seragam sekolah kepada para siswa yang mengikuti proses belajar mengajar di sekolah darurat yang berlokasi di Masjid Baitul Hamdi, Desa Pantan Nangka, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, 22 Juli 2025.
Kunjungan istri Gubernur Aceh tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana. Selain menyerahkan bantuan seragam, Marlina juga menyapa para siswa, guru, perangkat desa, dan masyarakat yang hadir di lokasi.
Dalam kesempatan itu, Marlina mengaku prihatin melihat para siswa yang hingga kini masih harus belajar di sekolah darurat. Meski demikian, ia merasa bersyukur dapat bersilaturahmi dan memberikan semangat secara langsung kepada para peserta didik.
“Apa kabar anak-anak Bunda semua? Maaf Bunda baru bisa berkunjung sekarang, padahal sudah kami jadwalkan sejak lama untuk berkunjung ke sini. Tapi Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersilaturahmi,” ujar Marlina yang akrab disapa Kak Na.
Suasana hangat sempat mewarnai pertemuan tersebut ketika Marlina mengaku sempat lupa bahwa dirinya pernah mengunjungi Desa Pantan Nangka pada awal masa tanggap darurat bencana. Ingatannya kembali setelah diingatkan oleh Reje (kepala desa) setempat.
Ia menjelaskan, saat bencana terjadi dirinya bersama tim datang melalui jalur udara untuk meninjau wilayah yang sempat terisolasi akibat terputusnya akses jalan, listrik, dan jaringan komunikasi. Pada saat itu, TP PKK Aceh juga mengirimkan bantuan berupa generator listrik (genset) dan perangkat internet satelit Starlink guna membantu masyarakat memperoleh akses komunikasi.
“Terima kasih Pak Reje yang sudah mengingatkan. Saya sudah sedikit bisa mengingat bahwa di awal bencana pernah ke sini, tetapi waktu itu saya datang melalui jalur udara,” katanya.
Saat ini, sekolah darurat di Masjid Baitul Hamdi menampung sebanyak 151 siswa dari tiga jenjang pendidikan, yakni 18 murid TK Negeri Pantan Nangka, 91 murid SD Negeri 11 Linge, dan 42 murid SMP Negeri 39 Takengon.
Meski Badan Penanggulangan Bencana Aceh telah mendirikan tenda sebagai ruang belajar sementara, para guru memilih menggunakan bangunan masjid sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar. Keputusan tersebut diambil karena kondisi tenda dinilai kurang nyaman, terutama saat cuaca panas dan ketika hujan akibat kebocoran pada bagian atap.
Pada kesempatan itu, Marlina mengajak para guru, siswa, dan masyarakat untuk tetap bersabar sembari menunggu proses rehabilitasi dan pembangunan kembali sekolah yang rusak akibat bencana. Menurutnya, Pemerintah Aceh terus berupaya mempercepat pembangunan dan renovasi fasilitas pendidikan di wilayah terdampak.
“Sabar ya ananda semua. Insya Allah proses pembangunan dan renovasi saat ini terus dilakukan oleh pemerintah. Mari kita berdoa bersama agar semua dapat segera selesai. Insya Allah pada akhir 2027 ananda semua sudah bisa kembali belajar di gedung sekolah yang baru dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa. Tetap semangat,” pesannya.
Usai berdialog dengan para siswa, kepala sekolah, Reje, dan masyarakat, Marlina meninjau langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan parah akibat diterjang banjir bandang.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk dukungan moril Pemerintah Aceh kepada masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam memastikan layanan pendidikan tetap berjalan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas sekolah dapat diselesaikan.***











