Berita Utama

Kemnaker Salurkan Rp32,2 Miliar, Dorong Pemulihan Ekonomi Korban Bencana

Avatar
×

Kemnaker Salurkan Rp32,2 Miliar, Dorong Pemulihan Ekonomi Korban Bencana

Sebarkan artikel ini
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan Kemnaker Peduli senilai Rp32,2 miliar untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh, Selasa, 21 April 2026. [Foto: Humas Kemnaker]

Byklik.com | Medan – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyalurkan bantuan Kemnaker Peduli senilai Rp32,2 miliar untuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Utara dan Aceh.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan Yassierli di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan, Selasa, 21 April 2026.

Yassierli menyampaikan bantuan ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam membantu masyarakat bangkit dari dampak bencana yang tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memukul kondisi sosial dan ekonomi.

“Saya yakin dengan semangat gotong royong, masyarakat Sumatera Utara dan Aceh mampu bangkit dan pulih bersama,” ujarnya.

Baca Juga  Pusdokkes Polri Layani Warga Terdampak Bencana di Aceh

Ia menegaskan bantuan yang disalurkan tidak bersifat simbolis, melainkan dirancang untuk memberikan dampak nyata melalui peningkatan keterampilan dan penguatan ekonomi masyarakat.

Program bantuan tersebut meliputi pelatihan vokasi bagi 6.954 peserta di Sumatera Utara dan Aceh, program padat karya, bantuan tenaga kerja mandiri, santunan pekerja terdampak, serta dukungan wirausaha.

“Program ini bertujuan agar masyarakat bisa kembali bekerja, bahkan membuka usaha mandiri,” kata Yassierli.

Baca Juga  Kapolda Aceh Terbang ke Tamiang, Ikuti Doa Bersama

Selain bantuan langsung, Kemnaker juga menyiapkan dukungan jangka menengah dan panjang melalui pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pascabencana, peningkatan kewirausahaan, serta penguatan produktivitas tenaga kerja.

Menurutnya, pemulihan tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi harus berlanjut hingga masyarakat benar-benar mandiri secara ekonomi.

“Bencana boleh meruntuhkan bangunan, tetapi tidak boleh meruntuhkan semangat,” tegasnya.

Yassierli juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersinergi mempercepat pemulihan serta memperkuat kualitas sumber daya manusia di wilayah terdampak.