Byklik.com | Jakarta – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih aktif dalam pelestarian keanekaragaman hayati dan pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Kemah Konservasi dalam rangka Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 yang digelar di Bumi Perkemahan Ragunan, Jakarta Selatan, pada 20–21 Agustus 2026.
Mengusung tema “Kemah Konservasi HKAN 2026: Membangun Generasi Muda sebagai Pelopor Konservasi Indonesia”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 generasi muda dan anggota Saka Wanabakti dari wilayah Jabodetabek.
Kemah Konservasi dirancang tidak sekadar sebagai kegiatan perkemahan, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran, pengembangan kepemimpinan, penguatan jejaring, serta pengalaman langsung bagi peserta untuk memahami dan mempraktikkan nilai-nilai konservasi.
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Satyawan Pudyatmoko, mengatakan generasi muda perlu diberikan ruang yang lebih luas untuk terlibat dalam upaya konservasi.
Menurut Satyawan, generasi muda tidak hanya menjadi penerima edukasi, tetapi juga dapat mengambil peran sebagai penggerak konservasi pada masa kini dan masa mendatang.
“Konservasi tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah. Kita membutuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kepemimpinan, sekaligus keberanian untuk mengambil peran dan menghadirkan aksi nyata bagi alam,” ujar Satyawan, Kamis, 20 Agustus 2026.
Kemah Konservasi HKAN 2026 menerapkan pendekatan Experiential Conservation Camp yang memadukan pendidikan konservasi, nilai-nilai kepramukaan, kepemimpinan, kolaborasi, komunikasi, dan teknologi digital.
Melalui metode learning by doing, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoretis, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung melalui simulasi, praktik, permainan edukatif, observasi, tantangan kelompok, dan refleksi.
Materi pembelajaran dikemas secara interaktif melalui sejumlah tantangan yang memperkenalkan peserta pada peran dan ruang lingkup kerja Direktorat Jenderal KSDAE.
Pada Krida Reksa Wana, peserta mengikuti Wildlife Ranger Challenge untuk mengenal peran penjaga hutan dalam melindungi satwa liar dan menjaga kawasan konservasi.
Peserta juga mengikuti Forest Guardian Mission yang memperkenalkan upaya perlindungan dan pengelolaan kawasan konservasi. Selain itu, terdapat Community Conservation Planning yang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat, Eco Adventure & Nature Interpretation yang mengenalkan pemanfaatan jasa lingkungan sekaligus keterampilan menyampaikan pesan konservasi, serta Restore the Forest yang mengajak peserta memahami pentingnya pemulihan ekosistem.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada peserta mengenai konservasi secara lebih menyeluruh, mulai dari perlindungan kawasan dan pengamanan satwa, keterlibatan masyarakat, pemanfaatan jasa lingkungan, hingga pemulihan ekosistem.
Salah satu agenda utama Kemah Konservasi adalah talkshow “Young People as Drivers of Sustainable Development“. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, mitra pembangunan, organisasi konservasi, dan generasi muda untuk membahas peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.
Diskusi antara lain membahas upaya mendorong generasi muda agar tidak berhenti pada kepedulian terhadap lingkungan, tetapi mampu menerjemahkannya menjadi aksi nyata.
Pembahasan juga mencakup pengembangan green skills dan green jobs, pemanfaatan kreativitas serta media digital, dan peluang kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, organisasi konservasi, mitra pembangunan, komunitas, dan generasi muda.
Dalam forum tersebut, generasi muda didorong untuk tidak perlu menunggu hingga menjadi pemimpin pada masa mendatang untuk berkontribusi. Dengan kapasitas, kreativitas, dan ruang partisipasi yang memadai, generasi muda dapat mulai mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan konservasi sejak sekarang.
Sejalan dengan perkembangan teknologi digital, Kemah Konservasi HKAN 2026 juga menghadirkan Conservation Creator Challenge. Peserta ditantang menghasilkan berbagai karya komunikasi konservasi, seperti video pendek, poster digital, fotografi, dan kampanye media sosial.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi publik sekaligus menyampaikan pesan konservasi dengan pendekatan yang kreatif dan relevan. Karya peserta diharapkan dapat mendukung kampanye konservasi dan memperluas jangkauan pesan pelestarian alam melalui media digital.
Selain itu, peserta mengikuti Conservation Innovation Showcase, yakni sesi untuk menyusun dan mempresentasikan gagasan serta rencana aksi konservasi secara berkelompok.
Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengembangkan pemahaman, kreativitas, kemampuan komunikasi, kerja sama, serta gagasan tindak lanjut yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah, gugus depan, maupun komunitas masing-masing.
Aspek kepemimpinan juga menjadi bagian dari rangkaian Kemah Konservasi. Melalui sesi pembinaan Saka Wanabakti bertajuk “Membangun Karakter Pemimpin Muda untuk Masa Depan Konservasi Indonesia”, peserta didorong untuk mengembangkan karakter, kapasitas, dan kepemimpinan sebagai generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap hutan dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan lainnya meliputi Campfire Festival, morning reflection, pengamatan burung (birdwatching), Maritime Connectivity in Asia, serta permainan edukatif Design Your Protected Area: Can You Save Nature.
Berbagai aktivitas tersebut dirancang untuk memperkuat kerja sama, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, komunikasi, dan kepemimpinan peserta melalui pengalaman yang edukatif dan interaktif.
Satyawan berharap pengalaman yang diperoleh peserta selama Kemah Konservasi dapat dilanjutkan melalui aksi nyata di lingkungan masing-masing.
“Harapannya, setelah kembali dari Kemah Konservasi ini, para peserta tidak berhenti pada pengalaman selama dua hari. Mereka membawa pulang pengetahuan, membangun jejaring, dan yang paling penting, membawa aksi konservasi ke lingkungan masing-masing,” katanya.
Melalui Kemah Konservasi HKAN 2026, Kementerian Kehutanan berupaya memperluas ruang partisipasi generasi muda dalam konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem.
Pembelajaran berbasis pengalaman, penguatan kapasitas, kolaborasi lintas pihak, serta pemanfaatan kreativitas dan teknologi digital diharapkan dapat mendukung lahirnya generasi muda yang memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap pelestarian alam.
Kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat jejaring Youth Conservation serta mendorong lahirnya rencana aksi, kampanye digital, dan berbagai inisiatif konservasi yang dapat dilanjutkan setelah kegiatan berakhir.
Semangat HKAN 2026 diharapkan tidak berhenti pada momentum peringatan, tetapi berlanjut menjadi gerakan bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan alam Indonesia.***











