Byklik.com | Bogor – Kementerian Perdagangan mengalokasikan dukungan Rp7,82 miliar melalui Dana Tugas Pembantuan Tahun Anggaran 2026 untuk merehabilitasi tujuh pasar rakyat di Kota Lhokseumawe yang terdampak bencana.
Dukungan tersebut diharapkan mempercepat pemulihan aktivitas perdagangan dan membantu pedagang kembali berusaha.
Dukungan senilai Rp7.821.385.000 itu ditandai dengan penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Dana Tugas Pembantuan dalam Rapat Koordinasi Antarinstansi dan Seremoni Penyerahan DIPA untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Arch Hotel Bogor, Jawa Barat, Senin, 5 Oktober 2026. Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, hadir dalam kegiatan tersebut didampingi Plt. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Lhokseumawe, Nelvia Surimeina, S.E.
Tujuh pasar yang mendapat dukungan rehabilitasi yakni Pasar Buah Terpadu, Pasar Kota Lhokseumawe, Pasar Punteut, Pasar Inpres, Pasar Kuliner KP3, Pasar Batuphat, serta Pasar Promosi Jalan Line Pipa/Simpang Line.
Sayuti mengatakan, pemulihan pasar menjadi penting karena fasilitas perdagangan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menopang mata pencaharian masyarakat dan perputaran ekonomi daerah.
“Pasar bukan hanya tempat transaksi perdagangan, tetapi menjadi sumber penghidupan bagi banyak masyarakat. Karena itu, ketika sarana perdagangan terdampak bencana, pemulihannya harus menjadi perhatian. Kita ingin para pedagang bisa kembali beraktivitas dan roda ekonomi masyarakat kembali bergerak,” ujar Sayuti.
Menurutnya, dukungan tersebut merupakan hasil komunikasi dan koordinasi Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan pemerintah pusat untuk memastikan kebutuhan pemulihan sarana perdagangan pascabencana mendapat perhatian.
“Alhamdulillah, apa yang kita perjuangkan mendapat respons dari pemerintah pusat. Dukungan ini tentu menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan proses rehabilitasi berjalan baik, tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para pedagang dan masyarakat,” katanya.
Sayuti menambahkan, rehabilitasi pasar tidak hanya berkaitan dengan perbaikan fisik bangunan, tetapi juga menjadi bagian dari pemulihan aktivitas ekonomi masyarakat setelah bencana.
Karena itu, pelaksanaan rehabilitasi diharapkan memperhatikan kebutuhan pedagang dan masyarakat sebagai pengguna pasar. Dengan demikian, fasilitas yang direhabilitasi dapat kembali mendukung aktivitas perdagangan secara optimal.
Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap dukungan tersebut mempercepat pemulihan tujuh pasar sekaligus membantu pedagang kembali menjalankan usaha dan menggerakkan perekonomian masyarakat.***











