Byklik.com | Yogyakarta – Mahasiswa S2 Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Gadjah Mada (UGM), Nur Afni Rezkika dan Fiki Nimatul Jannah, berhasil meraih tiga penghargaan dalam ajang 2nd International Student Summit (ISS) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Februari 2026.
Dalam kompetisi tersebut, keduanya meraih Gold Medal Sub Theme Food, Best Presentation, serta 3rd Winner, setelah bersaing dengan ribuan peserta dari berbagai negara.
Afni mengungkapkan bahwa ajang ini diikuti oleh 1.002 mahasiswa dari enam negara dengan beragam subtema keilmuan. Tahapan kompetisi meliputi seleksi paper, presentasi poster, hingga presentasi final yang digelar secara langsung di Malaysia.
“Beruntung, kami lolos sebagai peserta terbaik di sub theme food dan masuk ke tahap final. Perjuangan terberatnya, kami harus membagi waktu antara persiapan lomba dan penelitian tesis S2,” ujar Afni, Selasa, 14 April 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Afni dan tim mengangkat inovasi pengembangan intelligent biopackaging berbasis kulit buah naga yang terintegrasi dengan aplikasi MeatSafe. Inovasi ini berupa stiker pintar yang memanfaatkan ekstrak kulit buah naga.
Ia menjelaskan, stiker tersebut mengandung pigmen betalain, yaitu senyawa yang sensitif terhadap perubahan pH sehingga dapat digunakan untuk memantau kualitas daging ayam secara real-time.
“Teknologi ini dirancang untuk membantu memantau kualitas daging ayam secara langsung,” katanya.
Stiker pintar tersebut terhubung dengan aplikasi MeatSafe yang mampu membaca perubahan warna melalui kamera ponsel. Dengan demikian, konsumen dapat mengetahui kualitas daging secara objektif dan praktis.
“Karena konsepnya biopackaging, material yang kami gunakan bersifat biodegradable. Selain ramah lingkungan, ini juga berpotensi menjadi alternatif kemasan yang lebih ekonomis,” tambahnya.
Afni menilai, keikutsertaan dalam kompetisi internasional ini menjadi pengalaman berharga dalam mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi ilmiah, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
“Kami berusaha memberikan presentasi yang komprehensif dengan dukungan argumentasi ilmiah yang kuat, hingga akhirnya berhasil meraih penghargaan,” ujarnya.
Ke depan, tim berharap inovasi tersebut tidak berhenti pada tahap kompetisi, melainkan dapat diimplementasikan secara nyata di masyarakat. Pemanfaatan limbah kulit buah naga dinilai memiliki potensi sebagai solusi berkelanjutan yang mendukung keamanan pangan dan sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).











