HeadlineHiburan & Budaya

Guru Madrasah Aceh Utara Raih Anugerah Puisi Tingkat ASEAN

Avatar
×

Guru Madrasah Aceh Utara Raih Anugerah Puisi Tingkat ASEAN

Sebarkan artikel ini
Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Aceh Utara, Ridwan, S.Pd., bersama Wakil Ketua PGMNI Aceh Utara, Ratih Mulyani, S.Pd.I., menerima penghargaan bergengsi pada Peluncuran Buku Puisi Etnik Nusantara Tingkat ASEAN yang berlangsung di Aula SMA Modal Bangsa Banda Aceh, Senin, 22 Juni 2026. [Foto: Kemenag Aceh]

Byklik.com | Banda Aceh – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Aceh Utara. Ketua Punggawa Guru Madrasah Nasional Indonesia (PGMNI) Aceh Utara, Ridwan, S.Pd., bersama Wakil Ketua PGMNI Aceh Utara, Ratih Mulyani, S.Pd.I., menerima penghargaan bergengsi pada Peluncuran Buku Puisi Etnik Nusantara Tingkat ASEAN yang berlangsung di Aula SMA Modal Bangsa Banda Aceh, Senin, 22 Juni 2026.

Penghargaan tersebut menjadi bukti kontribusi guru madrasah Aceh Utara dalam mengembangkan budaya literasi dan karya sastra di tingkat internasional. Selain menerima penghargaan atas karya pribadi mereka, Ridwan dan Ratih juga mewakili Kabupaten Aceh Utara menerima anugerah sebagai kabupaten/kota dengan jumlah penulis terbanyak pada ajang tersebut.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri berbagai kalangan, termasuk sejumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Aceh Utara yang turut memberikan dukungan serta apresiasi atas pencapaian tersebut.

Baca Juga  Dokter Rani Salsabila Efendi, Wakili Aceh di Ajang Miss Indonesia 2025

Ridwan diketahui merupakan guru yang mengajar di MIN 6 Aceh Utara, sedangkan Ratih Mulyani merupakan guru di MIN 10 Aceh Utara. Keduanya dinilai berhasil mengharumkan nama madrasah sekaligus membawa nama Kabupaten Aceh Utara ke panggung literasi tingkat ASEAN.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Aceh Utara, H. Fadli, S.Ag., M.Si., menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi atas prestasi yang diraih kedua guru tersebut.

“Penghargaan ini bukan sekadar piala, melainkan bahan bakar baru untuk membangkitkan minat literasi di madrasah. Kami berharap anugerah ini dapat memantik minat seluruh masyarakat dan madrasah di Aceh Utara untuk terus berkarya dan meraih prestasi bersama,” ujar Fadli.

Ia menegaskan, gerakan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab para guru, tetapi juga harus menyentuh peserta didik dan masyarakat luas sehingga budaya membaca dan menulis dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga  Pemerintah Salurkan TPG Bulanan, 1,67 Juta Guru Terima

Sementara itu, Ketua PGMNI Aceh Utara, Ridwan, berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Kantor Kementerian Agama Aceh Utara, Dinas Pendidikan Aceh Utara, Cabang Dinas Pendidikan, serta seluruh pemerhati pendidikan terus memberikan dukungan terhadap gerakan literasi di daerah.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan akan menjadi modal penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas karya sastra dari Aceh Utara di tingkat nasional maupun internasional.

Ratih Mulyani juga optimistis dengan dukungan tersebut, Aceh Utara mampu menembus tiga besar dalam ajang literasi tingkat ASEAN pada masa mendatang.

Prestasi yang diraih kedua guru madrasah tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para pendidik dan generasi muda untuk terus berkarya, memperkuat budaya literasi, serta mengharumkan nama Aceh Utara di berbagai forum internasional.