Pendidikan & Karier

FEB Unimal Perkuat Jejaring Internasional melalui KKN Kolaboratif

Avatar
×

FEB Unimal Perkuat Jejaring Internasional melalui KKN Kolaboratif

Sebarkan artikel ini
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat jejaring internasional melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Kolaborasi Universiti Utara Malaysia (UUM) dan International Association of Economics & Business (IAEB) Tahun 2026. [Foto: Humas Unimal]

Byklik.com | Lhokseumawe – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Malikussaleh (Unimal) memperkuat jejaring internasional melalui keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Kolaborasi Universiti Utara Malaysia (UUM) dan International Association of Economics & Business (IAEB) Tahun 2026.

Mengusung skema Impactful Student Community Service dengan tema Youth in Action: Driving Sustainable and High-Impact Community Service, program tersebut berlangsung di Tanah Seribu, Binjai Selatan, Sumatera Utara, pada 13–21 Agustus 2026. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan melalui International Outbound Mobility di UUM pada 3–11 September 2026.

Keterlibatan FEB Unimal dalam program ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Program dirancang sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik sekaligus memperoleh pengalaman dalam kepemimpinan, kewirausahaan, kerja sama lintas budaya, kemampuan beradaptasi, dan wawasan global.

Sejumlah dosen FEB Unimal turut memberikan pembekalan kepada mahasiswa. Ketua Jurusan Manajemen, Dr. Sapna Biby, M.M., memberikan materi mengenai manajemen, kepemimpinan, dan kolaborasi lintas budaya.

Baca Juga  Seleksi Berakhir, Empat Mahasiswa Terpilih Sebagai Duta Humas Universitas Malikussaleh 2025

Pembekalan tersebut diarahkan agar mahasiswa mampu mengelola program secara efektif, membangun komunikasi, bekerja dalam tim, serta beradaptasi ketika berhadapan dengan lingkungan dan budaya yang berbeda.

Sementara itu, Dr. Rico Nur Ilham, M.M., memberikan materi mengenai pembangunan ekonomi berkelanjutan dan pemberdayaan potensi ekonomi lokal berbasis Sustainable Development Goals (SDGs).

Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi potensi masyarakat, termasuk pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif sebagai bagian dari upaya menciptakan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

Penguatan aspek kewirausahaan diberikan Muttaqien, M.S.M., melalui materi mengenai kewirausahaan, inovasi, business plan, branding, dan digital marketing UMKM.

Mahasiswa diarahkan untuk mengidentifikasi peluang usaha sekaligus membantu pelaku UMKM meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal. Pendekatan tersebut dilakukan melalui inovasi, pengemasan produk, rebranding, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.

Program tersebut semakin strategis dengan adanya Implementation Agreement (IA) antara Universiti Utara Malaysia dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh.

Baca Juga  Kukuhkan Tujuh Guru Besar, Universitas Malikussaleh Kini Punya 25 Profesor

Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan kedua institusi sekaligus membuka ruang pelaksanaan berbagai kegiatan akademik dan nonakademik secara berkelanjutan.

Ruang kolaborasi mencakup pengabdian kepada masyarakat, mobilitas mahasiswa dan dosen, pertukaran pengetahuan, hingga pengembangan berbagai program internasional di lingkungan FEB Unimal.

Dr. Sapna Biby mengatakan keterlibatan FEB Unimal dalam KKN Internasional sekaligus implementasi IA merupakan bagian dari strategi fakultas untuk memperkuat internasionalisasi.

Menurutnya, program tersebut tidak hanya memperluas jejaring kelembagaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa memperoleh pengalaman global melalui keterlibatan langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

“Tidak hanya mahasiswa, dosen juga memperoleh ruang untuk meningkatkan rekognisi melalui keterlibatan sebagai dosen pembimbing lapangan (DPL) maupun pemateri dalam kegiatan internasional,” kata Sapna, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia menambahkan, kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan berbagai program lanjutan, seperti visiting lecturer, pengabdian kepada masyarakat internasional, pertukaran mahasiswa, serta bentuk kolaborasi akademik lainnya.