Berita UtamaHeadline

Fasilitas PT Bumi Flora Dibakar Massa, Kerugian Masih Didata

Avatar
×

Fasilitas PT Bumi Flora Dibakar Massa, Kerugian Masih Didata

Sebarkan artikel ini
Fasilitas milik perusahaan perkebunan PT Bumi Flora dibakar massa, [Foto: Saiful NB/Byklik.com]

Byklik.com | Aceh Timur – Sejumlah fasilitas milik PT Bumi Flora di Kabupaten Aceh Timur dibakar massa dalam aksi perusakan yang terjadi pada Senin, 28 September 2026. Fasilitas yang rusak dan terbakar antara lain kantor, gudang, klinik kesehatan, serta dua unit alat berat.

Operational Manager PT Bumi Flora, Adi Santoso atau Adson, menyayangkan aksi perusakan dan pembakaran tersebut. Terlebih, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah menjadwalkan mediasi terkait sengketa lahan antara pihak-pihak yang bersengketa pada 8 Oktober 2026.

Menurut Adson, manajemen perusahaan melakukan pendataan di lokasi setelah aksi tersebut. Dari hasil penelusuran internal, pihaknya menduga sejumlah orang yang terlibat dalam aksi berasal dari luar Kabupaten Aceh Timur.

Baca Juga  TMMD Aceh Timur Ubah Rumah Reyot Ibu Rugaiyah Jadi Permanen

“Hasil penelusuran kami menunjukkan para perusuh datang dari berbagai daerah luar, seperti Langkat, Sumatera Utara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga Bireuen,” kata Adson, Selasa, 29 September 2026.

Adson meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh Timur bersama pemerintah daerah dan aparat keamanan menelusuri dugaan keterlibatan pihak luar dalam aksi tersebut.

“Kami tetap taat pada hukum dan menyerahkan prosesnya kepada pihak yang berwenang. Kami juga akan membuat laporan resmi terkait kejadian ini,” ujarnya.

Ia berharap sengketa lahan yang menjadi persoalan dapat segera diselesaikan melalui jalur yang telah ditempuh pemerintah daerah sehingga tidak terjadi eskalasi konflik.

Baca Juga  Warga Aceh Timur Antre 10 Jam untuk Dapat BBM

“Kami berharap persoalan sengketa lahan ini dapat segera diselesaikan secara bijaksana oleh pemerintah daerah agar tidak ada lagi eskalasi konflik yang berpotensi menimbulkan korban jiwa di kemudian hari,” katanya.

Sementara itu, aparat kepolisian dan TNI telah mengamankan lokasi perusahaan. Total kerugian material akibat perusakan dan pembakaran tersebut masih dalam proses pendataan oleh pihak perusahaan.

Manajemen PT Bumi Flora menyatakan akan menempuh proses hukum atas kejadian tersebut dan menyerahkan penanganannya kepada aparat berwenang.