Byklik.com | Aceh Singkil – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah Kabupaten Aceh Singkil terhenti sementara setelah enam dapur penyedia makanan bergizi gratis dikenai sanksi penangguhan atau suspend.
Akibatnya, sekitar 12 ribu anak yang sebelumnya tercatat sebagai penerima manfaat MBG tidak lagi mendapatkan makanan bergizi gratis untuk sementara waktu.
Hal tersebut dibenarkan Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Koordinator Wilayah Kabupaten Aceh Singkil, Sarvika, Sabtu, 19 September 2026.
“Ada sekitar 12 ribu lebih anak di Aceh Singkil yang sebelumnya tercatat sebagai penerima manfaat program makan bergizi gratis (MBG) terpaksa dihentikan sementara karena dapur tidak beroperasi,” ujar Sarvika dikutip dari RRI Singkil.
Sarvika mengatakan, BGN bersama pihak terkait terus melakukan koordinasi agar dapur yang dikenai sanksi dapat kembali beroperasi.
Menurutnya, pihaknya mendorong yayasan dan mitra pengelola dapur untuk segera melengkapi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
“Melalui mitra dan yayasan kita mendorong mereka untuk memenuhi segera kepemilikan sertifikat SLHS tersebut,” katanya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini terhenti tersebar di sejumlah kecamatan di Aceh Singkil.
Dapur tersebut yakni SPPG Aceh Singkil di Simpang Kanan 1, SPPG Simpang Kanan Pandan Sari 2, serta SPPG Singkil di Pulau Sarok.
Selanjutnya, SPPG Kuala Baru di Suka Jaya, SPPG Gunung Meriah di Bukit Harapan II, dan SPPG Gunung Meriah di Gunung Langan.
Dengan penangguhan tersebut, ribuan siswa dan penerima manfaat lainnya di wilayah layanan keenam dapur tersebut untuk sementara tidak mendapatkan program MBG hingga dapur dinyatakan dapat kembali beroperasi.











