Berita Utama

Ekonomi Belum Pulih, Warga Langkahan Pilih Merantau Keluar

Avatar
×

Ekonomi Belum Pulih, Warga Langkahan Pilih Merantau Keluar

Sebarkan artikel ini
Jubir Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli. [Foto: Prokopim Aceh Utara]

Byklik.com | Langkahan – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menilai fenomena sejumlah warga Gampong Rumoh Rayeuk, Kecamatan Langkahan, yang memilih merantau pascabanjir merupakan dampak belum pulihnya kondisi ekonomi masyarakat terdampak. Pemerintah daerah berharap percepatan penyaluran bantuan dari Pemerintah Pusat dapat segera dilakukan agar proses pemulihan ekonomi masyarakat tidak semakin tertunda.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Aceh Utara, Muntasir, mengatakan kondisi tersebut menunjukkan pemulihan pascabencana masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada sektor ekonomi masyarakat.

“Fenomena ini menunjukkan bahwa kehidupan penyintas banjir masih belum sepenuhnya pulih. Proses pemulihan ekonomi belum berjalan signifikan sehingga sebagian warga memilih merantau ke luar daerah bahkan ke luar negeri demi memenuhi kebutuhan keluarganya,” ujar Muntasir, Jumat, 10 Juli 2026.

Baca Juga  Kapolri Ziarah ke Makam Bung Karno Jelang Hari Bhayangkara

Menurutnya, dampak banjir tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghantam berbagai sektor produktif. Sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengalami kerugian besar.

Ia menjelaskan ribuan hektare kebun mengalami kerusakan, puluhan ribu ternak mati, sementara lahan sawah dan tambak masih tertutup material lumpur. Bantuan revitalisasi yang dijanjikan Kementerian Pertanian juga belum terealisasi. Selain itu, sebagian jaringan irigasi masih dalam proses perbaikan sehingga belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung aktivitas pertanian masyarakat.

Sementara itu, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., yang akrab disapa Ayah Wa, terus melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Pusat guna mempercepat pencairan berbagai bantuan bagi penyintas banjir. Bantuan tersebut meliputi Jaminan Hidup (Jadup), Dana Tunggu Hunian (DTH), bantuan isian hunian, bantuan stimulan pemulihan ekonomi, serta bantuan perbaikan rumah.

Baca Juga  Mendagri Paparkan Strategi Percepatan Pemulihan Pascabencana Sumatra

Hingga saat ini, BPBD Aceh Utara telah menuntaskan pendataan, verifikasi, dan validasi By Name By Address (BNBA) terhadap penyintas banjir di 696 gampong pada 25 kecamatan terdampak, dari total 852 gampong yang tersebar di 27 kecamatan di Kabupaten Aceh Utara.

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara berharap Pemerintah Pusat segera merealisasikan bantuan yang telah diusulkan. Kepastian penyaluran bantuan dinilai sangat penting agar masyarakat terdampak dapat kembali membangun kehidupan, memulihkan mata pencaharian, serta mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana, demikian disampaikan Muntasir.