Byklik.com | Banda Aceh – Aksi demonstrasi penolakan Pergub Nomor 2 Tahun 2026 tentang Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) di depan Kantor Gubernur Aceh berakhir ricuh setelah massa dan aparat keamanan terlibat saling dorong, Rabu, 13 Mei 2026.
Kericuhan terjadi saat demonstran berupaya mendekat ke area pintu masuk utama Kantor Gubernur Aceh untuk menyampaikan tuntutan pencabutan pergub tersebut.
Situasi yang awalnya berlangsung melalui orasi dan penyampaian aspirasi mulai memanas ketika massa bergerak maju mendekati gerbang kantor gubernur.
Aparat keamanan yang berjaga kemudian memperketat barikade sehingga terjadi dorong-dorongan antara demonstran dan petugas di lokasi aksi.
Salah seorang peserta aksi, Randy, mengaku situasi berubah tidak kondusif setelah aparat disebut menembakkan gas air mata ke arah massa.
“Keadaan tidak kondusif, kawan kami ada yang dipukul, gas air mata ditembakkan berkali-kali ke arah kami,” ujar Randy.
Ia juga mengklaim sejumlah peserta aksi diamankan aparat kepolisian saat kericuhan berlangsung.
“Beberapa teman kami ada yang diamankan juga oleh pihak kepolisian,” katanya.
Hingga Rabu malam, aparat keamanan masih berjaga ketat di sekitar Kantor Gubernur Aceh untuk mengantisipasi kemungkinan aksi lanjutan.
Sementara itu, sebagian massa aksi dilaporkan masih bertahan di sekitar lokasi demonstrasi meski situasi berangsur kondusif.
Hingga berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait tudingan adanya peserta aksi yang ditahan.











