Berita Utama

Dekranasda Aceh Besar Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional

Bambang Iskandar Martin
×

Dekranasda Aceh Besar Dorong UMKM Tembus Pasar Nasional

Sebarkan artikel ini
Ketua Dekranasda Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, saat menjadi narasumber dalam talkshow bersama RRI Banda Aceh di Rumoh Malaka Batik, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Kamis, 6 Agustus 2026. (Foto: Prokopim Aceh Besar)

Byklik.com | Jantho – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Aceh Besar mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kualitas produk dan memperluas akses pasar hingga tingkat nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan, pelatihan, pendampingan, promosi, serta fasilitasi akses pembiayaan.

Ketua Dekranasda Aceh Besar, Hj. Rita Mayasari, mengatakan penguatan UMKM merupakan salah satu langkah strategis untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pasar yang lebih luas.

Hal tersebut disampaikan Rita saat menjadi narasumber dalam talkshow bersama RRI Banda Aceh di Rumoh Malaka Batik, Kecamatan Kuta Malaka, Aceh Besar, Kamis, 6 Agustus 2026.

Rita mengatakan perkembangan UMKM di Aceh Besar menunjukkan tren positif seiring pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan bersama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

“Kami ingin seluruh pelaku UMKM dapat dirangkul melalui pembinaan dan pelatihan sehingga mampu meningkatkan kualitas produknya. Tujuan kami adalah menyatukan seluruh UMKM Aceh Besar agar bersama-sama tumbuh, berkembang, dan naik kelas,” kata Rita.

Untuk memperluas jangkauan pembinaan, Dekranasda juga melakukan pendataan pelaku UMKM hingga ke gampong-gampong. Langkah tersebut bertujuan mengidentifikasi pelaku usaha yang belum terakomodasi sehingga dapat memperoleh pembinaan sesuai kebutuhan.

Menurut Rita, penguatan UMKM tidak hanya berhubungan dengan peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga berkaitan dengan pelestarian identitas budaya daerah melalui produk kerajinan lokal.

Baca Juga  Dekranasda Aceh Bina Pengrajin Bordir Blang Cut, Dorong Produk Lokal Naik Kelas

Sejumlah produk unggulan Aceh Besar, seperti batik, songket, bordir, dan anyaman bili, terus dikembangkan melalui pembinaan dan promosi. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi sekaligus nilai budaya yang dapat menjadi keunggulan ketika dipasarkan lebih luas.

“Kami ingin produk-produk UMKM Aceh Besar memiliki panggung yang lebih besar, tidak hanya di tingkat kabupaten atau provinsi, tetapi juga nasional hingga internasional. Setiap mengikuti pameran, kami selalu melihat peluang dan inovasi baru sehingga produk UMKM Aceh Besar semakin berkualitas dan memiliki daya saing,” ujarnya.

Rita mengatakan anyaman bili menjadi salah satu produk yang mendapat perhatian konsumen saat dipamerkan. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan kerajinan tradisional masih memiliki peluang pasar apabila terus dikembangkan melalui inovasi dan peningkatan kualitas.

Promosi dan keikutsertaan dalam pameran, lanjut Rita, juga memberikan motivasi kepada pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas produk dan mengembangkan usahanya.

“Kami melihat semangat para pelaku UMKM semakin meningkat. Ketika produk mereka dipromosikan dan mendapat kesempatan mengikuti berbagai pameran, mereka semakin percaya diri untuk terus berkarya dan menghasilkan produk-produk terbaik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Drs. Sulaimi, M.Si., mengatakan UMKM merupakan salah satu sektor strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat.

Menurut Sulaimi, pemerintah daerah terus berkolaborasi dengan Dekranasda untuk memperluas pembinaan, meningkatkan kualitas produk, serta membantu pelaku usaha mendapatkan akses pasar dan pembiayaan.

Baca Juga  Wali Kota Banda Aceh Buka Pelatihan Parfum untuk UMKM

“Saat ini terdapat sekitar 4.000 UMKM di Aceh Besar yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari kerajinan, kuliner, fesyen, hingga ekonomi kreatif lainnya. Meski kondisi ekonomi masih menghadapi berbagai tantangan, mayoritas UMKM tetap mampu bertahan dan terus berkembang,” ujar Sulaimi.

Ia mengatakan pemerintah daerah juga memfasilitasi pelaku UMKM untuk memperoleh akses pembiayaan, salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu, pemerintah memberikan pelatihan dan informasi yang diperlukan untuk mendukung pengembangan usaha.

“Kami terus melakukan pembinaan kepada para perajin dan pelaku usaha agar mampu meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar. Selain pelatihan, kami juga membantu memberikan solusi terhadap kebutuhan pembiayaan, termasuk memfasilitasi akses KUR serta berbagai informasi yang dibutuhkan pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya,” jelasnya.

Sulaimi menegaskan sinergi Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dan Dekranasda akan terus diperkuat agar semakin banyak UMKM mampu berkembang menjadi usaha mandiri dan berdaya saing.

Ia berharap penguatan UMKM dapat memberikan dampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami optimistis, dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan semua pihak, UMKM Aceh Besar akan semakin maju, mampu menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan ekonomi masyarakat dan daerah,” pungkas Sulaimi.***