Berita UtamaEkonomi & Bisnis

Dana Stimulan Pascabencana Jadi Modal Warga Pidie Jaya Bangkit Berusaha

Avatar
×

Dana Stimulan Pascabencana Jadi Modal Warga Pidie Jaya Bangkit Berusaha

Sebarkan artikel ini
Milawati, warga Desa Meunasah Lhok, Pidie Jaya, menjadi salah satu penerima manfaat yang memanfaatkan bantuan dana stimulan. [Foto: Kemendagri]

Byklik.com | Meureudu – Senin, 22 Juni 2026. Bantuan dana stimulan yang disalurkan kepada warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, tidak hanya dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga menjadi modal awal bagi masyarakat untuk membangun kembali perekonomian keluarga.

Di tengah proses pemulihan pascabencana, sejumlah warga mulai merintis usaha kecil di kawasan hunian sementara (huntara) sebagai sumber penghasilan baru sekaligus bentuk semangat untuk bangkit dari keterpurukan.

Salah satunya adalah Milawati, warga Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, yang menerima bantuan stimulan untuk memperbaiki rumah dan membersihkan sisa lumpur akibat banjir.

Dikutip dari siaran pers Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Senin, 22 Juni 2026, proses pemulihan yang dijalani Milawati sempat kembali terhambat ketika banjir kembali melanda saat rumahnya masih dalam tahap pembersihan.

Baca Juga  Bupati Aceh Timur Laporkan Kerusakan Faskes ke Menkes

Meski demikian, ia memilih untuk tidak menyerah. Bersama keluarganya, Milawati membuka usaha kecil di kawasan huntara dengan menjual berbagai makanan ringan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Hasil jualan ini kami gunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membantu ekonomi keluarga,” ujarnya saat ditemui di Kompleks Huntara Desa Meunasah Lhok pada awal Juni 2026.

Milawati mengatakan bantuan stimulan sebesar Rp8 juta yang diterimanya, ditambah bantuan dana koperasi sebesar Rp200 ribu, sangat membantu proses pemulihan keluarganya. Saat ini ia tinggal bersama suaminya di huntara, sementara anak-anaknya bekerja di luar daerah dan satu orang masih menempuh pendidikan di pesantren.

Semangat yang sama juga ditunjukkan Salwati, warga Desa Meunasah Lhok lainnya. Ia memanfaatkan sebagian dana stimulan sebagai modal usaha kecil yang kini menjadi sumber penghasilan keluarga.

“Jualan ini untuk memenuhi uang belanja hari-hari,” kata Salwati.

Baca Juga  Pemkab Bener Meriah Serahkan Santunan Korban Bencana

Berbagai makanan dan minuman dijualnya untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar sekaligus membuka peluang ekonomi baru di tengah terbatasnya lapangan pekerjaan pascabencana.

Tumbuhnya usaha-usaha kecil di kawasan huntara menjadi bukti bahwa bantuan Satgas PRR Pascabencana Sumatera tidak hanya berfungsi memulihkan kerusakan fisik akibat bencana, tetapi juga menjadi fondasi bagi pemulihan ekonomi masyarakat.

Melalui dukungan pemerintah dan kerja sama berbagai pihak, warga mulai membangun kembali kemandirian, menciptakan sumber penghasilan baru, serta menumbuhkan optimisme untuk menata kehidupan yang lebih baik.

Kisah Milawati dan Salwati menunjukkan bahwa di balik musibah selalu ada harapan. Bantuan yang diterima tidak hanya menjadi sarana memperbaiki rumah yang rusak, tetapi juga menjadi modal untuk memulai usaha, menggerakkan roda ekonomi keluarga, dan membuka lembaran baru menuju masa depan yang lebih sejahtera.