Byklik.com | Redelong – Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, melantik dan mengambil sumpah jabatan 135 reje kampung terpilih hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak untuk masa jabatan 2026–2031. Pelantikan berlangsung di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Kabupaten Bener Meriah, Kamis, 2 Juli 2026.
Pelantikan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Forkopimda Plus Kabupaten Bener Meriah, Sekretaris Daerah Bener Meriah, para kepala satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK), camat, pimpinan instansi vertikal, ketua organisasi perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para reje kampung dari 10 kecamatan di Kabupaten Bener Meriah.
Dalam sambutannya, Tagore Abubakar mengucapkan selamat kepada seluruh reje kampung yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar amanah pemerintahan, melainkan juga tanggung jawab kepada masyarakat yang harus dijalankan dengan dedikasi, kejujuran, dan keikhlasan.
“Kepada para reje kampung yang baru dilantik, saya ucapkan selamat. Amanah yang saudara emban bukanlah sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga dengan dedikasi, kejujuran, dan keikhlasan,” ujar Tagore.
Menurutnya, kampung merupakan ujung tombak pembangunan daerah. Kemajuan Kabupaten Bener Meriah, kata dia, sangat ditentukan oleh keberhasilan pembangunan di tingkat kampung. Karena itu, masyarakat menantikan program dan kerja nyata yang mampu memberikan manfaat bagi kesejahteraan bersama.
Tagore juga mengingatkan bahwa reje kampung merupakan pemimpin bagi seluruh masyarakat, bukan hanya bagi mereka yang memberikan dukungan pada saat pemilihan. Oleh sebab itu, ia meminta seluruh reje merangkul semua elemen masyarakat, memperkuat persatuan, dan membangun pemerintahan kampung yang profesional, transparan, serta akuntabel.
Selain itu, Bupati menyampaikan enam prioritas yang perlu menjadi perhatian para reje kampung selama menjalankan tugas.
Pertama, pengelolaan Dana Desa harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan tepat sasaran sehingga seluruh anggaran benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Kedua, para reje diminta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring tingginya intensitas curah hujan. Pemerintah kampung diharapkan melakukan langkah mitigasi sejak dini, memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik, serta memperkuat koordinasi dengan perangkat kampung dan instansi terkait.
Ketiga, Tagore menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban kampung melalui penguatan koordinasi dengan Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta meningkatkan pengawasan terhadap pendatang sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.
Keempat, para reje diminta menjaga dan menguatkan pelaksanaan adat istiadat serta syariat Islam sebagai landasan kehidupan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah melalui sinergi bersama tokoh adat, tokoh agama, dan unsur pemerintah.
Kelima, pemerintah kampung diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi daerah, terutama komoditas unggulan kopi arabika dan kakao, melalui peningkatan produktivitas, kualitas, dan nilai tambah hasil pertanian guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Keenam, dalam pengelolaan pemerintahan kampung, Tagore meminta para reje menjaga profesionalisme aparatur kampung dan tidak melakukan perombakan perangkat kampung selama enam bulan hingga berakhirnya Tahun Anggaran 2026.
“Saya mengajak seluruh reje kampung untuk bekerja dengan penuh dedikasi. Mari kita satukan langkah membangun Bener Meriah mulai dari kampung. Ketika kampung maju, pertanian berkembang, ekonomi tumbuh, dan masyarakat sejahtera, maka Kabupaten Bener Meriah akan semakin kuat, mandiri, dan berdaya saing,” katanya.
Pelantikan 135 reje kampung tersebut menandai dimulainya masa kepemimpinan baru di tingkat pemerintahan kampung. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah berharap para reje yang baru dilantik mampu memperkuat pelayanan publik, mempercepat pembangunan desa, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat selama masa jabatan 2026–2031.***











