Ekonomi & Bisnis

BI Dorong Kebangkitan Pertanian Aceh Timur

Bambang Iskandar Martin
×

BI Dorong Kebangkitan Pertanian Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe, menyerahkan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani dan UMKM di Kabupaten Aceh Timur, Sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan sektor pertanian dan UMKM. (Ist)

Byklik.com | Idi Rayeuk – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lhokseumawe mendorong percepatan kebangkitan sektor pertanian di Kabupaten Aceh Timur melalui pelatihan pembuatan pupuk organik bagi kelompok tani. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, sekaligus memperkuat ketahanan pangan pascabanjir.

Pelatihan yang digelar di Hotel Royal Idi, Kabupaten Aceh Timur, Senin, 29 Juni 2026, dibuka oleh Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan sarana dan prasarana pertanian serta dukungan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Deputi Kepala KPw BI Lhokseumawe, Yan Ramerta Putra, mengatakan pelatihan difokuskan pada pembuatan pupuk organik MA-11 dengan memanfaatkan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar petani, seperti limbah pertanian, kotoran ternak, sekam, dedaunan, dan bahan organik lainnya.

Menurutnya, penggunaan pupuk organik dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang harganya berfluktuasi sekaligus memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan lahan, dan menjaga keseimbangan mikroorganisme sehingga produktivitas pertanian dapat meningkat secara berkelanjutan.

Baca Juga  PASE Fest 2026, Upaya BI Bangkitkan Ekonomi Pascabencana

“Melalui pelatihan ini kami ingin mendorong petani memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar menjadi pupuk bernilai ekonomi. Dengan begitu, biaya produksi dapat ditekan, kualitas lahan tetap terjaga, dan hasil panen meningkat secara berkelanjutan,” ujar Yan.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam mendukung pemulihan ekonomi daerah pascabencana hidrometeorologi. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan pangan, mengendalikan inflasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, menegaskan setiap program pelatihan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya petani. Menurutnya, anggaran yang digunakan untuk pelatihan tidak sedikit sehingga ilmu yang diperoleh peserta harus diterapkan dalam kegiatan usaha tani.

“Saya tidak ingin pelatihan ini hanya selesai di atas kertas. Ilmu yang diperoleh harus dipraktikkan sehingga benar-benar memberi manfaat bagi petani,” kata Al-Farlaky.

Ia juga meminta para ketua kelompok tani memastikan peserta yang mengikuti pelatihan merupakan petani aktif agar program pemberdayaan maupun bantuan yang diberikan pemerintah dan berbagai lembaga tepat sasaran.

Baca Juga  Bupati Al-Farlaky Buka Pelatihan Pupuk Organik untuk Petani

Al-Farlaky mengatakan sektor pertanian Aceh Timur masih menghadapi berbagai tantangan pascabanjir. Selain merusak lahan pertanian, material banjir juga menutup sejumlah jaringan irigasi di Kecamatan Simpang Ulim dan Pante Bidari sehingga menghambat aktivitas tanam.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur terus melakukan penanganan sementara terhadap jaringan irigasi yang terdampak sembari berkoordinasi dengan pemerintah pusat karena sebagian infrastruktur tersebut berada di luar kewenangan pemerintah kabupaten.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan sektor pertanian dan UMKM, Bank Indonesia menyerahkan bantuan sarana dan prasarana secara simbolis kepada Kelompok Tani Gle Jaya, Kelompok Tani Harapan Sejahtera, dan Kelompok Tani Rencong Aceh sebagai proyek percontohan.

Bantuan juga diberikan kepada UMKM Wastra Tenun Bungong Jaroe berupa Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) serta UMKM Kriya Bungong Geulima berupa mesin bordir jahit untuk mendukung pemulihan usaha masyarakat.***