Berita Utama

Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Jalan Kutacane-Medan Lumpuh

Avatar
×

Banjir Bandang Terjang Aceh Tenggara, Jalan Kutacane-Medan Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry meninjau lokasi banjir bandang di Desa Lawe Tua, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu, 10 Mei 2026. [Foto: Diskominfo Agara]

Byklik.com | Kutacane — Banjir bandang menerjang Desa Lawe Tua, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, Kabupaten Aceh Tenggara, Minggu, 10 Mei 2026, hingga menyebabkan akses jalan nasional Kutacane–Medan sempat lumpuh akibat tertutup material kayu, lumpur, dan batu.

Bupati Aceh Tenggara H. M. Salim Fakhry turun langsung meninjau lokasi bencana untuk memastikan proses penanganan dan pembersihan material berjalan maksimal.

“Sekitar pukul 02.00 WIB jalan sulit untuk dilalui. Namun pagi ini langsung kita tindak lanjuti dengan pembersihan agar timbunan kayu, tanah, dan batu segera dibersihkan,” ujar Fakhry.

Banjir bandang dipicu cuaca buruk dan derasnya arus sungai yang membawa kayu berondolan hingga menutupi badan jalan utama penghubung Aceh Tenggara dengan Medan.

Baca Juga  DPR Pastikan Layanan Kesehatan PBI Tetap Berjalan Tiga Bulan

Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI, dan pihak terkait langsung melakukan penanganan darurat sejak dini hari. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk membersihkan material banjir dari kawasan terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara Mohd Asbi mengatakan pihaknya mulai melakukan penanganan sejak pukul 02.00 WIB dan terus berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

“Sejak dini hari kami sudah turun langsung melakukan penanganan dan berkoordinasi dengan BPJN,” katanya.

BPBD juga menambah alat berat berupa loader dan empat unit beko mini untuk mempercepat pembersihan lumpur dan kayu yang menutupi badan jalan serta permukiman warga.

Baca Juga  Bantu Pemulihan Pascabencana, UTU Pasang Instalasi Air Minum Siap Konsumsi untuk Pengungsi

Selain melakukan penanganan, pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan longsor mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.

“Kami yakin dan percaya semua akan segera ditindaklanjuti secepatnya,” ujar Fakhry.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 40 kepala keluarga terdampak banjir, terdiri dari lima kepala keluarga di Desa Lawe Tua Makmur dan 35 kepala keluarga di Desa Lawe Tua Persatuan. Pendataan korban terdampak masih terus dilakukan oleh pemerintah setempat.