Berita Utama

Aceh Tengah Terima Excavator Mini untuk Penanganan Bencana

Bambang Iskandar Martin
×

Aceh Tengah Terima Excavator Mini untuk Penanganan Bencana

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tengah Haili Yoga menerima bantuan excavator mini dari Pemerintah Sumatera Utara di Resi Gudang Takengon, Rabu, 9 September 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tenga)

Byklik.com | Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima satu unit excavator mini yang akan digunakan untuk memperkuat penanganan bencana dan mempercepat respons terhadap kondisi darurat di sejumlah wilayah.

Excavator mini tersebut diterima langsung oleh Bupati Aceh Tengah Haili Yoga di Resi Gudang Takengon, Rabu, 9 September 2026.

Pengadaan alat berat itu menggunakan Bantuan Keuangan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dengan nilai kontrak Rp847.804.000. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyebut realisasi pengadaan, baik secara fisik maupun keuangan, telah mencapai 100 persen.

Bupati Haili Yoga mengatakan keberadaan excavator mini tersebut dibutuhkan karena kondisi geografis Aceh Tengah yang didominasi wilayah pegunungan dan memiliki sejumlah kawasan yang rawan mengalami tanah longsor.

“Alhamdulillah, hari ini Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sudah dapat membeli satu unit excavator mini. Ini nantinya dapat kita gunakan di beberapa daerah atau titik longsor,” ujar Haili Yoga.

Menurutnya, excavator tersebut diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat dan akan dimanfaatkan untuk mendukung pelayanan kebencanaan, khususnya ketika terjadi longsor maupun kondisi darurat lainnya.

Baca Juga  Kepala BKPSDM Banda Aceh Ajak ASN Gunakan Lemari Digital, Ini Manfaatnya!

“Ini adalah anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Sumatera Utara. Terima kasih kepada Bapak Gubernur Sumatera Utara. Ini sudah kami beli alatnya untuk masyarakat. Dan terima kasih juga Pak Mendagri. Mudah-mudahan ini menjadi amal bagi Pak Gubernur Sumatera Utara, Pak Bobby,” katanya.

Haili Yoga menambahkan, alat tersebut juga dapat membantu menangani persoalan lain yang berkaitan dengan kondisi geografis Aceh Tengah, termasuk membersihkan material yang menyumbat saluran drainase.

“Alhamdulillah, kami Aceh Tengah mengucapkan terima kasih. Ini akan terus kami manfaatkan untuk melayani masyarakat karena daerah kita ini merupakan daerah pegunungan dan sering kali terjadi longsor. Ketika drainase tersumbat, alat ini sangat efektif untuk digunakan,” ujarnya.

BPBD: Pengadaan Sesuai Kebutuhan

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, Andalika, ST, mengatakan pengadaan excavator mini dilakukan berdasarkan kebutuhan serta karakteristik geografis daerah.

Menurutnya, kondisi wilayah Aceh Tengah yang rawan bencana, terutama tanah longsor, membutuhkan dukungan alat berat yang dapat segera dioperasikan saat terjadi keadaan darurat.

Baca Juga  Pemkab Aceh Tengah Tindak Lanjuti Rekomendasi Pansus DPRK

“Excavator mini ini berdasarkan kebutuhan dengan karakteristik wilayah di Kabupaten Aceh Tengah yang sangat memerlukan bantuan alat berat yang secepat-cepatnya dapat kita operasionalkan,” kata Andalika.

Ia menjelaskan, pengadaan excavator tersebut dilakukan setelah melalui pembahasan bersama pimpinan dan pejabat terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Pengadaan kemudian direalisasikan dengan menggunakan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

“Berdasarkan musyawarah dengan pimpinan dan para pejabat lainnya, maka digunakan dana bantuan keuangan dari Sumatera Utara,” ujarnya.

Andalika berharap keberadaan excavator mini dapat mempercepat penanganan bencana di lapangan, khususnya ketika terjadi longsor yang mengganggu akses masyarakat atau membutuhkan penanganan segera.

Selain untuk menangani material longsor, alat tersebut dapat dimanfaatkan untuk pekerjaan darurat lainnya, seperti membuka akses yang tertutup material serta menangani saluran drainase yang tersumbat.

Dengan adanya excavator mini tersebut, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah diharapkan memiliki dukungan peralatan yang lebih memadai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama saat menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan alat berat.***