Berita Utama

Aceh Tengah Terima Bantuan Alat Kesehatan dari Kemenkes

Bambang Iskandar Martin
×

Aceh Tengah Terima Bantuan Alat Kesehatan dari Kemenkes

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang berlangsung di pelataran Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Jakarta – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan kesehatan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada November 2025.

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kepada delapan kabupaten terdampak banjir dan tanah longsor dalam acara yang berlangsung di pelataran Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Selain Aceh Tengah, bantuan juga diberikan kepada Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Langkat, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Agam.

Penyaluran bantuan itu merupakan lanjutan dukungan pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah juga telah menerima bantuan lima unit ambulans untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bantuan yang disalurkan berasal dari donasi berbagai pihak yang ingin membantu masyarakat di wilayah terdampak bencana.

“Terima kasih kepada para donatur. Kebetulan banyak teman-teman saya dari masyarakat Batak yang ingin membantu saudara-saudara kita di Sumatra Utara, Sumatra Barat, maupun Aceh. Semoga bantuan ini bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Budi.

Baca Juga  Al-Farlaky Desak Percepatan Pembangunan Jalan Peureulak–Gayo Lues

Pada kesempatan itu, Budi juga menyinggung Aceh Tengah sebagai salah satu daerah penghasil Kopi Gayo yang pernah dikunjunginya.

“Kalau teman-teman belum pernah ke Aceh Tengah, Kopi Gayo itu berasal dari sana. Saya sudah pernah berkunjung langsung ke sana. Jalannya memang banyak yang rusak, tetapi daerahnya sangat indah,” katanya.

Berdasarkan data penyaluran bantuan, Kabupaten Aceh Tengah menerima masing-masing lima unit tensimeter digital, lima unit antropometri kit, lima unit sterilisator kering, lima unit tempat tidur pasien tiga engkol, dan lima unit stetoskop dewasa.

Sehari sebelum penyerahan bantuan, Bupati Aceh Tengah Haili Yoga diterima langsung oleh Menteri Kesehatan untuk membahas penguatan layanan kesehatan di daerah tersebut, termasuk upaya pemulihan fasilitas kesehatan pascabencana.

Bupati Haili Yoga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan dan para donatur yang telah memberikan dukungan kepada masyarakat Aceh Tengah.

Baca Juga  Kayu Hanyutan Jadi Material Pembangunan Huntara Aceh Utara

“Masyarakat Aceh Tengah sangat senang atas bantuan ini. Bantuan dari saudara-saudara kita melalui Kementerian Kesehatan tidak hanya diberikan kepada Sumatra Utara, tetapi juga kepada daerah-daerah terdampak di Sumatra Barat dan Aceh. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga menjadi amal ibadah bagi seluruh donatur karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat kami,” kata Haili.

Menurutnya, dampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir 2025 dirasakan hampir di seluruh wilayah Aceh Tengah. Oleh karena itu, bantuan alat kesehatan tersebut akan diprioritaskan untuk fasilitas pelayanan kesehatan yang membutuhkan dukungan sarana dan prasarana.

Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana.

Dalam kegiatan itu, Haili Yoga didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aceh Tengah, Miftahuddin, yang turut menerima bantuan secara langsung dari Kementerian Kesehatan.

Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pemulihan layanan kesehatan di daerah terdampak bencana serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang.***