Pendidikan & Karier

Di Bustanul Ulum, Guru Meninggal Saat Selamatkan Siswa, Kini Sekolah Minta Direlokasi

Avatar
×

Di Bustanul Ulum, Guru Meninggal Saat Selamatkan Siswa, Kini Sekolah Minta Direlokasi

Sebarkan artikel ini
SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum Kabupaten Bener Meriah yang minta direlokasi karena terletak di daerah aliran sungai. Foto: Dok Byklik.com

Byklik.com | Redelong – Banjir bandang yang melanda Kabupaten Bener Meriah hampir dua bulan lalu masih menyisakan dampak kerusakan dan duka mendalam, khususnya bagi dunia pendidikan. Salah satu sekolah yang terdampak parah adalah SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum Kabupaten Bener Meriah.

Kondisi tersebut disampaikan langsung Kepala SMAS Bustanul Ulum, Jailani, S.Ag, saat menerima kunjungan Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, MSP, bersama tim Humas pada Selasa, 20 Januari 2026.

Dalam keterangannya, Jailani menjelaskan bahwa banjir bandang dan tanah longsor pada 26 November 2025 lalu menyebabkan kerusakan berat pada sejumlah fasilitas sekolah. Letak sekolah di pinggir aliran sungai membuat bangunan sangat rentan terhadap banjir dan longsor susulan.

“Pascabanjir, ada beberapa gedung yang tidak bisa lagi kami fungsikan. Lokasi sekolah kami berada di pinggir sungai, sehingga kami sangat khawatir akan adanya banjir susulan,” ujar Jailani.

Baca Juga  Ribuan Sekolah Rusak Akibat Bencana, DPR Minta Pendidikan Diprioritaskan

Ia menyebutkan, gedung asrama siswa, ruang kelas, hingga kantor sekolah mengalami retakan serius dan tidak lagi layak digunakan. Bahkan, gedung laboratorium di bagian belakang sekolah telah terjadi longsor, termasuk jembatan penghubung ke pemukiman warga dan ke kota yang ikut terdampak.

“Musala putra juga tidak bisa kami manfaatkan lagi karena tangganya ambruk, besinya sudah rusak. Begitu juga dengan perumahan guru, perpustakaan, ruang kepala sekolah, ruang administrasi, ruang guru, serta tiga unit ruang belajar, semuanya tidak bisa digunakan lagi,” jelasnya dengan nada sedih.

Tak hanya kerusakan bangunan, tragedi banjir bandang ini juga merenggut satu orang guru, yang gugur saat berusaha menyelamatkan siswa.

“Kami sangat berduka. Seorang guru kami, almarhum Sandika, meninggal dunia sekitar pukul 03.00 dini hari. Beliau terjebak di kamar mandi saat berupaya menyelamatkan siswa, hingga bangunan ambruk dan beliau terbawa arus banjir,” tutur Jailani.

Baca Juga  3.079 Peserta Ikuti UTBK-SNBT 2025 di Universitas Malikussaleh

Atas kondisi tersebut, pihak sekolah secara resmi menyampaikan permohonan bantuan kepada Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia agar dapat membantu pembangunan dan relokasi gedung sekolah yang telah hancur dan tidak dapat difungsikan lagi.

“Kami sangat berharap kepada Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia untuk membantu kami dalam relokasi dan pembangunan kembali gedung SMAS dan SMPS Terpadu Bustanul Ulum. Agar proses pendidikan di dayah kami bisa kembali normal pasca bencana banjir bandang ini,” ungkapnya penuh harap.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengungkapkan pihaknya sudah mendata jumlah kerusakan sekolah di seluruh Aceh dan menyiapkan skema rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pilihan untuk relokasi sekolah yang tidak memungkinkan dibangun di lokasi awal.[]