Pendidikan & Karier

Sejuta Asa Bangkitkan Semangat Anak Korban Banjir Pidie Jaya

Raudhatul
×

Sejuta Asa Bangkitkan Semangat Anak Korban Banjir Pidie Jaya

Sebarkan artikel ini
Komunitas Sejuta Asa menggelar kegiatan edukatif bertajuk English Learning for Hope bagi puluhan anak penyintas banjir bandang di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu, 19 Juli 2026. [Foto: Ist]

Byklik.com | Meureudu – Komunitas Sejuta Asa menggelar kegiatan edukatif bertajuk English Learning for Hope bagi puluhan anak penyintas banjir bandang di Desa Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Minggu, 19 Juli 2026. Program tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung pemulihan psikososial anak-anak yang terdampak bencana.

Dalam kegiatan itu, para relawan mengajarkan dasar-dasar bahasa Inggris melalui metode belajar yang interaktif dan menyenangkan. Materi yang diberikan meliputi perkenalan diri (self-introduction), sapaan (greetings), warna (colors), hingga hobi (hobbies).

Suasana belajar semakin semarak melalui berbagai permainan edukatif berbahasa Inggris yang dirancang untuk melatih keberanian berbicara, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak pascabencana.

Sebagai penutup kegiatan, setiap peserta diminta menuliskan harapan dan cita-cita mereka pada secarik kertas. Aktivitas tersebut menjadi simbol bahwa di tengah keterbatasan akibat bencana, anak-anak tetap memiliki kesempatan untuk bermimpi dan menatap masa depan dengan optimistis.

Baca Juga  Guru di Aceh Dapat Rumah Subsidi, Pemerintah Siapkan 20 Ribu Unit

Koordinator Komunitas Sejuta Asa menyampaikan bahwa pendidikan menjadi salah satu elemen penting dalam proses pemulihan pascabencana, tidak hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memperkuat kondisi psikologis anak-anak.

“Ruang belajar yang aman, interaktif, dan menyenangkan diharapkan mampu mengembalikan rasa percaya diri anak-anak sekaligus menumbuhkan motivasi mereka untuk terus belajar dan meraih cita-cita,” ujarnya.

Banjir bandang yang melanda Pidie Jaya pada November tahun lalu tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga meninggalkan dampak sosial dan psikologis bagi masyarakat. Hingga kini, sebagian warga Desa Meunasah Bie masih bertahan di hunian sementara (huntara).

Seorang warga penyintas mengungkapkan bahwa kondisi akses menuju permukiman masih menjadi persoalan. Saat hujan deras, jalan kembali terendam sehingga menyulitkan mobilitas warga. Sementara pada musim kemarau, jalan yang belum diperbaiki menimbulkan debu tebal yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga  8.082 Mahasiswa Baru USK Ikuti Pembinaan Akademik

“Kami berharap pemerintah dapat segera mempercepat perbaikan infrastruktur agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” katanya.

Komunitas Sejuta Asa menilai proses pemulihan pascabencana tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh pemulihan akses, rasa aman, dan semangat masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.

Melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, komunitas tersebut berkomitmen terus menghadirkan kegiatan yang inklusif di daerah terdampak bencana. Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, Sejuta Asa berharap setiap langkah kecil yang dilakukan mampu melahirkan generasi yang lebih tangguh, berdaya, dan tetap berani bermimpi meski pernah menghadapi bencana.