Berita Utama

Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Menempati Huntara

Bambang Iskandar Martin
×

Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Menempati Huntara

Sebarkan artikel ini
Korban Banjir Aceh Tamiang Mulai Menempati Huntara. (Ist)

Byklik.com | Kuala Simpang – Warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang kini mulai menempati hunian sementara (Huntara) yang disediakan pemerintah daerah. Penyerahan kunci Huntara dilakukan secara simbolis oleh Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (P) Drs. Armia Pahmi kepada masyarakat pada Kamis, 8 Januari 2026 di Kampung Upah, Kecamatan Karang Baru.

Serah terima Huntara tersebut menjadi langkah penting dalam penanganan pascabencana banjir yang melanda Aceh Tamiang pada November 2025 lalu. Selama ini, warga terdampak terpaksa bertahan di tenda-tenda darurat dengan keterbatasan fasilitas.

Hunian sementara disiapkan sebagai tempat tinggal transisi yang aman dan layak, sehingga masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih normal sembari menunggu solusi hunian permanen.

“Warga yang menempati huntara ini adalah mereka yang kehilangan rumah akibat banjir November lalu. Tidak lama lagi kita akan memasuki bulan Ramadan dan Lebaran Idulfitri. Saya tidak ingin ada warga Aceh Tamiang yang merayakan Lebaran di tenda. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat mendapatkan hunian yang layak,” ujar Bupati Armia.

Baca Juga  Kayu Hanyutan Jadi Material Pembangunan Huntara Aceh Utara

Armia menjelaskan, kondisi sejumlah wilayah di Aceh Tamiang hingga kini masih belum sepenuhnya pulih akibat sisa lumpur banjir. Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang tengah melakukan pembersihan secara bertahap dan menargetkan proses tersebut rampung sebelum Ramadan.

“Masyarakat Aceh Tamiang yang saya cintai, kita sama-sama berjuang untuk bangkit kembali. Saya akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Aceh Tamiang,” kata Armia.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan pascabencana, khususnya atas percepatan pembangunan Huntara yang dinilai sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Ini merupakan hunian pertama yang diterima masyarakat sejak bencana terjadi. Distribusi huntara dilakukan secara bertahap, diawali dengan 100 unit agar proses adaptasi warga dapat berjalan dengan baik,” tambahnya.

Managing Director Stakeholder Management and Communications Danantara, Rohan Hafas, menegaskan bahwa pembangunan Huntara tidak hanya berfokus pada penyediaan bangunan fisik semata.

Baca Juga  BRI Bangun Huntara, Harapan Warga Tamiang Kembali Tumbuh

“Pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pembangunan rumah, tetapi bagaimana hunian ini dapat menjadi ruang bagi keluarga untuk kembali membangun kehidupan,” ujarnya.

Huntara tersebut dirancang sesuai standar hunian darurat yang aman dan fungsional. Fasilitas yang tersedia meliputi akses air bersih, sanitasi memadai, listrik, serta dukungan layanan kesehatan. Selain itu, kawasan huntara juga dilengkapi fasilitas sosial seperti klinik, taman bermain, akses internet, dan listrik gratis guna mendukung pemulihan fisik dan sosial masyarakat.

Dari hunian sederhana ini, diharapkan proses pemulihan warga terdampak banjir di Aceh Tamiang dapat terus berjalan secara bertahap dan menghadirkan harapan baru.

Berdasarkan data yang diterima, sebanyak 600 unit huntara akan dihuni oleh 154 kepala keluarga (KK) warga Kampung Sukajadi, Kecamatan Karang Baru; 179 KK warga Kampung Bundar, Kecamatan Karang Baru; 65 KK warga Kampung Kota, Kecamatan Kota Kualasimpang; 65 KK warga Kampung Kotalintang, Kecamatan Kota Kualasimpang; serta warga di sekitar lokasi Huntara.***