Hukum & KriminalNasional

75 Senjata Diserahkan Warga Ternate kepada Kodam Pattimura

Avatar
×

75 Senjata Diserahkan Warga Ternate kepada Kodam Pattimura

Sebarkan artikel ini
75 pucuk senjata api, 1.111 butir munisi, dan satu granat tangan diserahkan warga kepada Kodam XV/Pattimura, Jumat, 2 Oktober 2026. [Foto: Dispenad]

Byklik.com | Ternate – Pendekatan persuasif dan komunikasi yang dilakukan prajurit jajaran Korem 152/Baabullah mendorong masyarakat Ternate, Maluku Utara, menyerahkan secara sukarela 75 pucuk senjata api, 1.111 butir munisi, dan satu granat tangan kepada Kodam XV/Pattimura, Jumat, 2 Oktober 2026.

Penyerahan senjata dan munisi tersebut berlangsung di Korem 152/Baabullah, Ternate, dipimpin Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto didampingi Danrem 152/Baabullah dan jajaran pejabat utama Kodam XV/Pattimura.

Pangdam mengatakan penyerahan tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku Utara.

“Penyerahan senjata dan amunisi tersebut merupakan bentuk kesadaran masyarakat untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di Maluku Utara,” ujar Dody.

Ia menegaskan persoalan keamanan di tengah masyarakat dapat diselesaikan melalui pendekatan damai dan kekeluargaan.

“Kita semua adalah saudara, setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan cara damai dan kekeluargaan,” katanya.

Baca Juga  Jawab Ketertinggalan SDM Lokal, Maluku Utara Gandeng UGM

Dari 75 pucuk senjata yang diserahkan, sebanyak 15 pucuk merupakan senjata standar, sedangkan 60 pucuk lainnya berupa senjata rakitan.

Senjata standar yang diserahkan antara lain FNC, SMR, pistol FN, pistol VOC tahun 1771, revolver, pistol pelontar gas air mata, Hamalex, Ster, Broning, Bruno, dan Winchester.

Sementara 60 senjata rakitan terdiri atas 41 pucuk senjata laras panjang dan 19 pucuk pistol rakitan.

Selain senjata api, masyarakat menyerahkan 1.111 butir munisi kaliber 5,56 milimeter serta satu granat tangan atau granat lontar.

Sebagian senjata tersebut merupakan peninggalan konflik pada 1999–2000. Sebagian lainnya disebut sebagai senjata organik peninggalan keluarga yang masuk dari Filipina.

Senjata, munisi, dan granat tersebut berhasil dihimpun melalui pendekatan serta komunikasi yang dilakukan prajurit secara berkelanjutan kepada masyarakat di wilayah tugas Korem 152/Baabullah.

Baca Juga  Prabowo–Putin Bahas Kerja Sama Strategis dan Dinamika Geopolitik Global

Atas keberhasilan tersebut, Pangdam XV/Pattimura memberikan penghargaan kepada 35 personel jajaran Korem 152/Baabullah yang dinilai berhasil melaksanakan penggalangan senjata dari masyarakat.

Keberhasilan itu menunjukkan kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui tugas pengamanan, tetapi juga melalui komunikasi dan pendekatan persuasif.

Pendekatan tersebut mendorong masyarakat memiliki kesadaran untuk menyerahkan secara sukarela senjata, munisi, dan bahan peledak yang masih tersimpan.

Kodam XV/Pattimura melalui jajaran Korem 152/Baabullah akan terus memperkuat komunikasi dengan masyarakat untuk membangun kesadaran bersama dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayah Maluku Utara.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam menjaga keamanan wilayah.