Berita Utama

Aceh Tengah Genjot Budaya Baca Lewat Festival Literasi

Bambang Iskandar Martin
×

Aceh Tengah Genjot Budaya Baca Lewat Festival Literasi

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, membuka Festival Literasi berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah, Selasa, 29 September 2026. (Foto: Prokopim Aceh Tengah)

Byklik.com | Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menggenjot budaya membaca dan kreativitas masyarakat melalui Festival Literasi Kabupaten Aceh Tengah 2026 yang resmi dibuka Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, Selasa, 29 September 2026.

Festival yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah itu digelar selama tiga hari, mulai 29 September hingga 1 Oktober 2026.

Pembukaan festival berlangsung meriah dengan berbagai pertunjukan kreativitas masyarakat, termasuk tarian kreasi bertema literasi Gayo. Pada kesempatan yang sama, Bunda Literasi Aceh Tengah, Risnawati Haili Yoga, mengukuhkan Bunda Literasi tingkat kecamatan dan kampung se-Kabupaten Aceh Tengah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Aceh Tengah, Julfan Diara Gayo, mengatakan festival tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, guru, pengelola perpustakaan, komunitas literasi, organisasi masyarakat hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca Juga  DPR Minta Unhan Jelaskan Aturan Hijab Kadet Putri

Menurut Julfan, festival diikuti 14 kecamatan dan 295 reje kampung se-Aceh Tengah. Sebanyak 12 kecamatan turut ambil bagian dalam pameran dan promosi literasi.

Berbagai kegiatan digelar untuk memeriahkan festival, di antaranya pameran buku dan bahan bacaan, lomba mewarnai, mendongeng, seminar literasi digital, pelatihan menulis cerpen dan puisi, serta pentas seni dan kreativitas.

Kegiatan tersebut juga melibatkan PKK, Dharma Wanita, dan pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga mengatakan literasi merupakan fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia mengajak jajaran pemerintah daerah, camat, dan reje kampung bersama-sama mendorong masyarakat agar semakin gemar membaca.

Haili Yoga juga meminta Bunda Literasi di tingkat kecamatan dan kampung aktif menggerakkan kegiatan membaca serta menghadirkan berbagai program literasi yang kreatif dan inovatif.

“Bunda Literasi harus menjadi penggerak. Kita ingin masyarakat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, semakin mencintai budaya membaca,” kata Haili Yoga.

Baca Juga  Haili Yoga Dorong Produktivitas dan Kebangkitan Kopi Gayo

Ia juga mengapresiasi pelayanan Dinas Perpustakaan dan Arsip yang telah memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya pelajar, untuk berkunjung dan belajar.

Menurutnya, penguatan program literasi perlu diikuti dengan pengembangan perpustakaan kampung agar keberadaannya semakin bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Julfan Diara Gayo berharap literasi Gayo, khususnya Didong, terus dikembangkan sebagai bagian dari pelestarian budaya daerah.

Ia juga menyampaikan gagasan untuk menelusuri dan menghimpun kembali arsip serta naskah sejarah Gayo yang tersimpan di Belanda. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkaya sumber literasi dan dokumentasi sejarah Gayo.

Melalui Festival Literasi 2026, Pemkab Aceh Tengah berharap budaya membaca semakin tumbuh, kreativitas generasi muda berkembang, dan perpustakaan dapat menjadi ruang publik yang edukatif, kreatif, serta bermanfaat bagi masyarakat.***