Headline

Setelah 12 Hari Dirawat, Demerina Kembali ke Keluarga

Bambang Iskandar Martin
×

Setelah 12 Hari Dirawat, Demerina Kembali ke Keluarga

Sebarkan artikel ini
Demerina Uwamang, salah satu korban penculikan dan penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya kembali ke keluarga setelah menjalani perawatan medis selama 12 hari di RS Bhayangkara Mimika, Jumat, 25 September 2026. (Foto: ODC-2026)

Byklik.com | Timika – Demerina Uwamang, salah satu korban penculikan dan penyanderaan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya kembali ke keluarga setelah menjalani perawatan medis selama 12 hari di RS Bhayangkara Mimika, Jumat, 25 September 2026.

Penyerahan Demerina dilakukan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 di Timika sekitar pukul 11.30 WIT setelah kondisi kesehatannya dinyatakan stabil dan memungkinkan untuk melanjutkan pemulihan bersama keluarga.

Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak mewakili satuan kewilayahan, menyerahkan Demerina kepada pihak keluarga. Dalam kesempatan tersebut, kepolisian juga memberikan bantuan kebutuhan makanan untuk mendukung pemulihan korban.

Demerina merupakan satu dari sembilan warga yang dilaporkan menjadi korban penculikan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila pada 17 Agustus 2026. Para korban kemudian berada dalam penguasaan kelompok tersebut di wilayah yang sulit dijangkau.

Pada 9 September 2026, masyarakat menemukan para korban di wilayah Bela 2, Distrik Jila. Dari sembilan warga tersebut, Yosina Tsenawatme dilaporkan meninggal dunia dan telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat. Sementara itu, Demerina ditemukan dalam kondisi selamat.

Setelah menerima informasi mengenai keberadaan Demerina, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama tokoh masyarakat berkoordinasi untuk melakukan penjemputan dan evakuasi.

Upaya penjemputan berlangsung selama empat hari, tetapi belum dapat dilaksanakan karena terkendala cuaca, medan yang sulit, dan situasi keamanan. Petugas memutuskan tidak memaksakan evakuasi demi mengutamakan keselamatan korban dan tim.

Setelah kondisi dinilai memungkinkan, pada 14 September 2026, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama tokoh masyarakat berhasil menjemput Demerina dari wilayah Bela 1, Distrik Alama.

Baca Juga  Polisi Buru Dua DPO Terkait Penembakan Jayawijaya

Korban kemudian dievakuasi ke Timika menggunakan helikopter Polri P-3002 milik Satgas Operasi Damai Cartenz-2026.

Setibanya di Timika sekitar pukul 09.08 WIT, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Mimika untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan medis. Selama 12 hari, tim medis memantau kondisi fisiknya hingga dinyatakan stabil dan diperbolehkan kembali bersama keluarga.

Kepolisian Siapkan Pendampingan Trauma Healing

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan penanganan Demerina dilakukan secara bertahap, mulai dari pencarian, evakuasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pengembalian kepada keluarga.

“Prioritas kami sejak korban ditemukan adalah memastikan keselamatan dan kondisi korban terlebih dahulu. Setelah berhasil dievakuasi ke Timika, korban mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis. Hari ini, setelah kondisinya stabil, Demerina dapat kembali kepada keluarganya,” ujar Faizal.

Ia mengatakan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 akan terus memantau perkembangan kondisi psikologis korban melalui pendampingan tim trauma healing dari Satgas Banops Damai Cartenz.

Pendampingan tersebut bertujuan membantu proses pemulihan trauma yang dialami Demerina setelah peristiwa penculikan dan penyanderaan.

Faizal menegaskan, pencarian dan penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya masih menjadi perhatian Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan pihak terkait.

“Kami terus melakukan upaya untuk menemukan dan menyelamatkan korban lainnya. Kami berharap dukungan masyarakat serta informasi yang dapat membantu proses pencarian dapat disampaikan kepada aparat sehingga dapat ditindaklanjuti dengan mengutamakan keselamatan korban,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan setiap tahapan penanganan korban dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan, kondisi kesehatan, serta koordinasi bersama keluarga.

Baca Juga  DPO KKB Penembak Warga di Mimika Ditangkap

“Setiap tahapan dilakukan secara terukur, mulai dari evakuasi, pemeriksaan medis, pemulihan hingga pengembalian kepada keluarga. Setelah kondisi korban dinyatakan stabil, kami memastikan proses penyerahannya dapat berlangsung dengan baik dan keluarga dapat kembali mendampingi korban,” ujar Adarma.

Keluarga Apresiasi Upaya Kepolisian

Paman Demerina sekaligus tokoh pemuda, Ely Dolame, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran kepolisian serta seluruh pihak yang telah membantu pencarian, evakuasi, perawatan, hingga pengembalian Demerina kepada keluarga.

“Atas nama keluarga, kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian dan semua pihak yang telah membantu. Bagi kami, kembalinya Demerina merupakan anugerah dan kebahagiaan besar bagi keluarga,” ujar Ely.

Ia berharap pencarian terhadap korban lainnya segera membuahkan hasil sehingga keluarga yang masih menunggu dapat kembali berkumpul dengan anggota keluarganya.

Di sisi lain, kepolisian menyebut keterangan Demerina berpotensi membantu petugas memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai rangkaian peristiwa yang dialaminya.

Namun, pengambilan keterangan akan mempertimbangkan kondisi fisik dan psikologis korban serta menunggu hingga yang bersangkutan siap memberikan keterangan.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan pihak terkait masih melanjutkan upaya pencarian dan penyelamatan tujuh korban lainnya melalui koordinasi dengan keluarga dan masyarakat di wilayah Jila, Bela, Alama, dan Keselama.

Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, serta segera menyampaikan informasi kepada aparat apabila mengetahui keberadaan para korban.

Upaya tersebut diharapkan dapat membantu proses pencarian dan penyelamatan dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh pihak.***