Berita Utama

BP3MI Aceh Ingatkan Calon PMI Waspadai Penipuan

Raudhatul
×

BP3MI Aceh Ingatkan Calon PMI Waspadai Penipuan

Sebarkan artikel ini
Foto bersama usai pembukaan kegiatan pelatihan budi daya ikan air tawar bagi calon pekerja migran Indonesia Tahun 2026, di Direktorat Politeknik Indonesia Venezuela, Aceh Besar. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – BP3MI Aceh mengingatkan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar mewaspadai tawaran kerja luar negeri yang beredar melalui media sosial dan memastikan seluruh proses keberangkatan ditempuh melalui jalur resmi.

Kepala BP3MI Aceh, Siti Rolijah, mengatakan masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri menjadi salah satu kendala. Kondisi itu membuat sebagian calon PMI kesulitan membedakan informasi lowongan resmi dengan tawaran kerja yang berpotensi menjadi modus penipuan.

Menurut Siti, informasi peluang kerja di luar negeri kini banyak beredar melalui media sosial. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi agar tidak mudah percaya terhadap tawaran kerja yang belum jelas legalitasnya.

“Memang kendalanya kita masih diedukasinya. Jadi, banyak mereka ini belum paham,” kata Siti, Senin, 14 September 2026.

Baca Juga  Indonesia-Sarawak Perkuat Kolaborasi Perlindungan Perempuan dan Anak

Ia mengatakan sebagian masyarakat masih menganggap bekerja di luar negeri memiliki risiko tinggi. Kekhawatiran tersebut, kata dia, salah satunya muncul karena kurangnya informasi mengenai prosedur penempatan PMI secara resmi.

“Sebenarnya, ternyata warga kita ini banyak yang masih ada memandang luar negeri itu bahaya,” ujarnya.

Selain pemahaman mengenai prosedur, faktor keluarga juga menjadi salah satu pertimbangan calon PMI asal Aceh. Siti menyebut sebagian calon pekerja masih membutuhkan persetujuan orang tua sebelum memutuskan bekerja ke luar negeri.

Hal tersebut disampaikan Siti dalam kegiatan Pelatihan Budi Daya Ikan Air Tawar bagi calon PMI asal Aceh yang diselenggarakan Politeknik Indonesia Venezuela (Poliven) di Aceh Besar.

Pelatihan berlangsung selama 25 hari, mulai 14 September hingga 9 Oktober 2026. Program tersebut bertujuan membekali calon PMI dengan keterampilan teknis sebelum memasuki dunia kerja di luar negeri.

Baca Juga  Bupati Dukung Program Ketahanan Pangan Kodim 0117/Aceh Tamiang

Keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan tidak hanya menjadi modal bekerja, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha secara mandiri.

Direktur Poliven, Reza Salima, mengingatkan peserta agar tidak menjadikan sertifikat sebagai tujuan utama mengikuti pelatihan.

“Yang paling penting mengikuti pelatihan itu jangan hanya mengharap mendapatkan sertifikat,” kata Reza.

Menurut Reza, sertifikat hanya menjadi bukti bahwa seseorang telah mengikuti pelatihan. Sementara kompetensi menunjukkan kemampuan nyata dalam menjalankan pekerjaan.

Karena itu, ia mendorong peserta mengikuti seluruh proses pelatihan dengan serius agar keterampilan yang diperoleh benar-benar dapat diterapkan saat bekerja maupun ketika mengembangkan usaha secara mandiri.