Headline

Mualem Apresiasi Mahasiswa USK Sampaikan Aspirasi Bencana

Bambang Iskandar Martin
×

Mualem Apresiasi Mahasiswa USK Sampaikan Aspirasi Bencana

Sebarkan artikel ini
Gubernur Aceh Muzakir Manaf Mualem
Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem). đź“·: Dok. Humas Aceh

Byklik.com | Banda Aceh – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem mengapresiasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang menyampaikan aspirasi terkait penanganan bencana hidrometeorologi di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Kamis, 10 September 2026.

Mualem menilai mahasiswa menyampaikan aspirasi secara terarah, fokus, dan santun dengan menyoroti kondisi masyarakat yang terdampak bencana.

“Mereka menunjukkan kelasnya sebagai mahasiswa yang peduli rakyat Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi.

Menurut Mualem, substansi aspirasi mahasiswa juga disampaikan berdasarkan latar belakang keilmuan masing-masing. Mahasiswa dari bidang sosial membahas keadilan dan kepedulian sosial, mahasiswa kesehatan menyoroti kesehatan masyarakat, sedangkan mahasiswa teknik menyampaikan persoalan infrastruktur.

“Tutur bahasanya santun, tetapi sangat tajam. Langsung terarah pada nasib rakyat Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi. Mereka berusaha memecahkan masalah tanpa marah-marah,” ujarnya.

Mualem juga mengapresiasi mahasiswa yang sebelumnya telah terlibat langsung di lokasi bencana, termasuk mahasiswa yang sedang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

“Bahkan ada yang sedang KKN di lokasi bencana. Aspirasi seperti ini memiliki argumen yang bagus dan sangat menjadi perhatian kita bersama,” katanya.

Baca Juga  Salurkan Bantuan, Sekda Aceh Terjebak Longsor di Gayo Lues

Pemerintah Aceh Buka Ruang Dialog

Dalam aksi tersebut, mahasiswa awalnya menyampaikan aspirasi di pintu gerbang Kantor Gubernur Aceh. Mereka kemudian diarahkan ke halaman kantor untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah.

Mualem menilai Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh Taufik bersama Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) telah menangani penyampaian aspirasi tersebut dengan baik.

“Mereka melayani para mahasiswa itu dengan baik, seperti yang kita harapkan bersama,” ujar Mualem.

Taufik mengatakan Pemerintah Aceh terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat, termasuk dari mahasiswa. Menurutnya, komunikasi dengan berbagai pihak diperlukan untuk mempercepat penyelesaian persoalan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.

Ia mengatakan pemerintah bersama seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan penyediaan hunian.

Baca Juga  Korban Bertahan di Tenda, Wagub Desak Bantuan Tunai Segera Cair

“Dalam pemulihan pascabencana sama-sama kita ingin berjalan cepat di semua sektor kehidupan, baik pendidikan, kesehatan maupun rumah hunian,” ujarnya.

Taufik menegaskan Pemerintah Aceh membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dalam proses pemulihan. Karena itu, pemerintah membuka ruang komunikasi untuk menerima masukan dan mencari solusi atas persoalan yang terjadi di lapangan.

“Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak,” katanya.

Pemerintah Buka Posko Informasi

Selain membuka ruang dialog, Pemerintah Aceh telah menyiapkan posko informasi bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan penanganan dan pemulihan pascabencana.

“Kami juga sudah buka posko untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Ini niat baik yang akan kita kawal dan laksanakan,” ujar Taufik.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa terus berlanjut setelah penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, masukan mahasiswa dapat menjadi bagian dari pengawasan terhadap proses pemulihan pascabencana di Aceh.

“Saya harap komunikasi kita terus berlanjut. Besar harapan kami, seperti disampaikan gubernur, agar terus membuka komunikasi dalam penanganan bencana,” katanya.***