Hukum & Kriminal

Polres Mimika Amankan 11 Busur dan 115 Anak Panah

Bambang Iskandar Martin
×

Polres Mimika Amankan 11 Busur dan 115 Anak Panah

Sebarkan artikel ini
Kendaraan operasional Polres Mimika mengalami kerusakan terkena lemparan batu dan anak panah saat menggelar patroli dan razia di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa, 1 September 2026 malam. (Foto: salampapua)

Byklik.com | Timika – Kepolisian Resor (Polres) Mimika mengamankan sejumlah benda yang berpotensi digunakan untuk melakukan kekerasan saat menggelar patroli dan razia di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Selasa, 1 September 2026 malam.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polres Mimika mengamankan 11 busur, 115 anak panah, tiga parang, dan satu pucuk senapan angin. Berdasarkan keterangan kepolisian, benda-benda tersebut ditemukan atau diamankan dari sejumlah lokasi dan orang yang dijumpai selama kegiatan patroli.

Barang-barang tersebut untuk sementara diamankan oleh kepolisian sebagai langkah pencegahan guna mengantisipasi penggunaannya dalam aksi kekerasan. Belum ada keterangan dalam informasi yang diterima mengenai status hukum masing-masing benda tersebut sebagai barang bukti dalam perkara pidana.

Patroli yang dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan, mulai dari Jalan Trans Nabire hingga wilayah Distrik Kwamki Narama.

Saat menyusuri salah satu ruas jalan, kendaraan operasional Polres Mimika mendapat serangan dari sekelompok orang. Kendaraan tersebut dilempari batu dan anak panah hingga menyebabkan bagian kaca dan bodinya mengalami kerusakan.

Baca Juga  Rikwanto Usul Strategi Efektif Berantas Narkotika di Aceh

Meski kendaraan mengalami kerusakan, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.

Alfredo mengatakan patroli dan razia dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul konflik antarkelompok yang terjadi di Distrik Kwamki Narama.

“Kita habis melakukan patroli di sekitar Jalan Trans Nabire sampai ke Kwamki Narama. Kita menemukan beberapa kumpulan masyarakat yang membawa busur dan panah. Namun, ada juga yang melarikan diri saat melihat kehadiran polisi,” ujar Alfredo.

Menurut Alfredo, personel menemukan sejumlah kelompok masyarakat membawa busur, anak panah, dan senjata tajam. Benda-benda tersebut kemudian diamankan untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan.

Ia mengatakan peningkatan patroli merupakan bagian dari upaya kepolisian mencegah konflik antara kelompok Noap Dang dan Newegalen meluas. Polisi juga berupaya mencegah terjadinya tindak pidana lanjutan, termasuk kasus pembunuhan yang dilaporkan terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Razia ini dalam rangka upaya pencegahan perang antara kubu Noap Dang dengan Newegalen. Kita juga melakukan upaya pencegahan terjadinya kriminalitas, termasuk pembunuhan, yang dalam beberapa hari ini terjadi dari kedua kubu,” jelasnya.

Baca Juga  Bareskrim Bongkar Judi Online Internasional, Ratusan Rekening Diblokir

Terkait insiden pelemparan terhadap kendaraan polisi, Alfredo menyayangkan tindakan tersebut. Ia memastikan patroli dan penertiban akan terus dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kwamki Narama.

“Kita akan rutin terus. Ini akan menjadi suatu kegiatan rutin yang ditingkatkan. Selain razia, kita juga akan terus melakukan upaya-upaya penangkapan terhadap pelaku-pelaku pembunuhan,” tegas Alfredo.

Polres Mimika akan meningkatkan patroli dan razia sesuai dengan perkembangan situasi keamanan di lapangan. Polisi juga masih melakukan pencarian terhadap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan dan belum diamankan.

Masyarakat diimbau tidak membawa atau menggunakan benda yang dapat digunakan untuk melakukan kekerasan. Polisi juga mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.

Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Mimika, khususnya Distrik Kwamki Narama, tetap aman dan kondusif.***