Berita Utama

Bupati Aceh Barat Minta Perusahaan Perkuat Program CSR

Bambang Iskandar Martin
×

Bupati Aceh Barat Minta Perusahaan Perkuat Program CSR

Sebarkan artikel ini
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, memimpin pertemuan dengan sejumlah pelaku usaha yang berinvestasi di Aceh Barat, Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto: FB Tarmizi Atjeh)

Byklik.com | Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, meminta perusahaan yang berinvestasi di daerah tersebut memperkuat program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Program tersebut diharapkan dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan masyarakat sekaligus pembangunan daerah.

Permintaan itu disampaikan Tarmizi saat bertemu dengan sejumlah pelaku usaha yang berinvestasi di Aceh Barat, Jumat, 28 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha di tengah keterbatasan fiskal daerah.

“Hari ini kami kumpulkan seluruh perusahaan yang ada investasi di Aceh Barat. Kami meminta semua perusahaan untuk berkomitmen peduli kepada masyarakat dan daerah Aceh Barat,” ujar Tarmizi.

Selain kontribusi melalui CSR, Tarmizi meminta perusahaan memperhatikan kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional. Menurut dia, kegiatan investasi harus tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Perusahaan diminta menjaga lahan pertanian yang menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat. Sumber air bersih, sungai, serta habitat di sekitar wilayah operasional juga diminta tetap dijaga dari potensi dampak kegiatan usaha.

Perusahaan juga didorong meningkatkan kegiatan penghijauan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah daerah menilai langkah tersebut penting di tengah tantangan perubahan kondisi iklim dan fenomena El Nino.

Baca Juga  Bupati Tarmizi Koordinasi ke Kemensos Benahi Data Desil

Khusus perusahaan yang menjalankan kegiatan pertambangan, Pemkab Aceh Barat meminta kewajiban reklamasi dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Lubang bekas galian yang terbuka juga diminta ditangani dan ditutup kembali untuk mengurangi potensi dampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pemerintah daerah menilai lubang galian yang menampung air berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Karena itu, aspek lingkungan dan kesehatan masyarakat diminta menjadi perhatian dalam kegiatan pertambangan, baik yang memiliki izin maupun yang tidak memiliki izin.

Di sektor perkebunan, Pemkab Aceh Barat meminta perusahaan segera menyelesaikan persoalan kebun plasma yang menjadi kewajiban sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penyelesaian persoalan kebun plasma diharapkan dapat memastikan masyarakat sekitar memperoleh manfaat dari keberadaan investasi perkebunan di Aceh Barat.

Untuk mendukung pembangunan daerah, Pemkab Aceh Barat meminta perusahaan mengoptimalkan program CSR bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional. Dukungan dapat diarahkan pada pembangunan dan perbaikan jalan, jembatan, fasilitas kesehatan, sekolah, serta rumah ibadah sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah daerah juga meminta perusahaan berkoordinasi dalam penyusunan program CSR dengan mempertimbangkan usulan pemerintah kabupaten. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain kesehatan, pendidikan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta infrastruktur.

Baca Juga  DPRK Aceh Utara Lanjutkan Pembahasan Raqan Lahan Pertanian

Selain mendukung pembangunan daerah, perusahaan diminta memberikan dukungan terhadap program prioritas Presiden, salah satunya program Sekolah Rakyat.

Tarmizi mengatakan perusahaan yang hadir dalam pertemuan tersebut telah menyampaikan komitmen untuk mendukung pembangunan Aceh Barat. Pemerintah daerah berencana menggelar pertemuan lanjutan dengan melibatkan jajaran komisaris perusahaan.

Pemkab Aceh Barat juga akan menyampaikan permintaan tersebut melalui surat resmi kepada masing-masing perusahaan sebagai tindak lanjut pertemuan.

Tarmizi menilai kolaborasi pemerintah dan dunia usaha merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Pendekatan pentahelix diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi, dan unsur terkait lainnya.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Pemkab Aceh Barat mengapresiasi sikap kooperatif perusahaan yang bersedia berkolaborasi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap komitmen tersebut dapat diwujudkan melalui program yang terukur dan berkelanjutan sehingga keberadaan investasi memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan di Aceh Barat.***