Byklik.com | Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menjenguk Wali Nanggroe Aceh Teungku Malik Mahmud Al Haythar yang tengah menjalani perawatan di Penang, Malaysia.
Kunjungan tersebut dinilai menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap Aceh. Dalam kesempatan itu, Tito juga menyampaikan salam dan doa dari Presiden Prabowo Subianto untuk Wali Nanggroe.
Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal ZA, mengatakan perhatian Presiden terhadap kondisi kesehatan Wali Nanggroe menunjukkan hubungan pemerintah pusat dengan Aceh tetap terjaga.
“Doa Presiden yang disampaikan Mendagri bukan sekadar simbol, melainkan tanda kasih negara bagi Aceh. Kehadiran ini menunjukkan bahwa pemerintah pusat selalu hadir dalam suka dan duka masyarakat,” ujar Safrizal, Selasa, 25 Agustus 2026.
Safrizal yang juga menjabat Kepala Poskowil Satgas PRR Aceh menyebut kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan pemerintah pusat dengan masyarakat Aceh.
Menurutnya, hubungan pemerintah pusat dengan tokoh-tokoh Aceh memiliki dimensi historis dan moral, terutama dalam menjaga keberlanjutan perdamaian yang telah dibangun setelah kesepakatan Helsinki.
“Negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat doa dan kepedulian. Inilah makna silaturahmi yang harus kita rawat bersama,” katanya.
Safrizal menegaskan kehadiran Mendagri yang membawa doa Presiden merupakan pesan bahwa Aceh tetap memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kehadiran Mendagri membawa doa Presiden adalah pesan bahwa Aceh tetap menjadi bagian penting dalam hati bangsa,” tegasnya.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat memberikan dukungan moral bagi Malik Mahmud sekaligus memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Aceh.
“Doa adalah energi moral yang menguatkan. Semoga Wali Nanggroe segera pulih, dan silaturahmi ini menjadi pengikat kebersamaan kita,” pungkas Safrizal.











