Berita Utama

Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemerintah Aceh Gelar Festival Literasi 2026

×

Tingkatkan Minat Baca Masyarakat, Pemerintah Aceh Gelar Festival Literasi 2026

Sebarkan artikel ini
Festival Literasi 2026. Foto: Ihan Nurdin/byklik.com

Byklik | Banda Aceh–Pemerintah Aceh melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan resmi membuka Festival Literasi Aceh 2026 yang berlangsung selama tiga hari, mulai 18 hingga 20 Agustus 2026. Berpusat di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh (DPKA), acara ini digelar sebagai langkah konkret untuk memicu peningkatan budaya baca dan indeks literasi masyarakat Aceh yang masih tergolong rendah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Dr. Zulkifli, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa tantangan literasi di Aceh masih cukup besar. Saat ini, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Aceh baru menyentuh angka 45,29, sementara Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) berada di angka 59,23.

“Oleh karena itu, kami menyelenggarakan kegiatan ini untuk meningkatkan minat baca masyarakat, mendorong lahirnya generasi literat di lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas, serta memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran,” ujar Zulkifli saat pembukaan acara.

Rangkaian Festival Literasi 2026 yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2026 ini menghadirkan berbagai agenda menarik, seperti pameran stan literasi, pameran UMKM, hingga lomba storytelling (mendongeng) untuk tingkat TK dan sekolah dasar.

Pameran literasi tersebut diisi oleh berbagai pihak, mulai dari instansi pemerintah seperti Balai Bahasa Provinsi Aceh dan ANRI, lembaga perbankan (Bank Indonesia dan Bank Aceh), penerbit buku (Gramedia, Erlangga, IKAPI), PMI, dari kabupaten/kota, hingga komunitas literasi dan taman bacaan masyarakat.

Baca Juga  Aceh Dinilai Selangkah Lebih Maju dalam Tata Kelola Data

Meski demikian, dari target 23 kabupaten/kota, pameran daerah kali ini baru diikuti oleh 10 kabupaten/kota, salah satunya Kabupaten Aceh Jaya.

“Berdasarkan penelusuran kami, sebagian kabupaten/kota belum bisa berpartisipasi penuh karena terkendala anggaran di daerah masing-masing,” tambah Zulkifli.

Dalam kesempatan itu, Zulkifli juga mengenalkan fasilitas Gedung DPKA yang diresmikan sejak Maret 2022 lalu. Perpustakaan ini ditopang oleh 18 jenis layanan publik, termasuk ruang layanan disabilitas, ruang naskah kuno/agama, area IT, hingga ruang theater library, sebuah bioskop mini tempat anak-anak dapat menonton film edukatif dan dokumenter setelah menjelajahi koleksi buku.

Sementara itu, Gubernur Aceh Muzakir Manaf yang diwakili oleh  Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh (Asisten III), Dr. A. Murtala, M.Si., menegaskan pentingnya meningkatkan literasi serta menjaga karya sastra dan kearifan lokal daerah melalui tulisan agar terus diwariskan kepada generasi penerus.

Baca Juga  Mendagri Serahkan Bantuan Truk Tangki Air dan Peralatan Dapur

“Pemerintah Aceh mengajak seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, media, hingga dunia usaha untuk bergerak bersama. Mari kita pastikan setiap anak Aceh, baik di kota maupun di pelosok desa, memiliki kesempatan yang sama untuk membaca, belajar, dan berkarya,” tegas perwakilan Gubernur Aceh.

Bersamaan dengan pembukaan festival, panitia juga mengumumkan para pemenang Lomba Konten Literasi 2026, yaitu: Ziyadul Maulidi (juara 1) dari Aceh Besar dengan judul Di Balik Sunyi Lahir Sang Juara; Nuriana (juara 2) dari Aceh Jaya dengan judul Lentera Aneuk Meuh Jaya; Azrifa Safiranda (juara 3) dari Pidie Jaya dengan judul Cerita yang Tak Boleh Hilang.

Selanjutnya, tiga karya juara favorit masing-masing diperoleh Apriani dari Banda Aceh (Masihkah Perpustakaan Dibutuhkan?); Nurmasyitah dari Pidie Jaya (Warisan yang Menolak Dilupakan); dan Tsanita Amatullah dari Aceh Besar (Pesan).

Acara pembukaan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, Wali Kota Banda Aceh, perwakilan BI dan Bank Aceh, Kepala Balai Bahasa, BPS, Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), unsur pemuda/mahasiswa, dewan juri lomba konten literasi, serta para pegiat literasi se-Aceh.[]