Byklik.com | Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang disengaja sehingga menyebabkan kelangkaan semen maupun bahan bakar minyak (BBM) di Aceh. Setiap indikasi pelanggaran yang merugikan masyarakat akan ditindaklanjuti, termasuk melalui proses hukum apabila ditemukan unsur pelanggaran.
Juru Bicara Pemerintah Aceh Nurlis Effendi mengatakan pemerintah memahami keresahan masyarakat apabila terjadi gangguan pasokan BBM dan semen karena kedua komoditas tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi, pembangunan, dan kehidupan masyarakat.
“Apapun bentuk perbuatannya yang merugikan masyarakat, pasti diambil tindakan,” kata Nurlis di Banda Aceh, Kamis, 30 Juli 2026.
Nurlis menjelaskan, Gubernur Aceh Muzakir Manaf telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun membentuk tim untuk mengurai penyebab kelangkaan semen dan BBM. Tim tersebut dikoordinasikan Asisten II Sekretariat Daerah Aceh Teuku Robby Izra dengan melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Biro Perekonomian Setda Aceh.
Terkait pasokan semen, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Teuku Adi Darma telah meminta penjelasan kepada PT Solusi Bangun Andalas. Berdasarkan keterangan perusahaan, aktivitas produksi berjalan normal, sementara tingginya permintaan di sejumlah wilayah menyebabkan penyerapan stok berlangsung lebih cepat.
Meski demikian, Pemerintah Aceh akan terus menelusuri penyebab kelangkaan hingga ke tingkat pengecer. Jika ditemukan praktik yang menimbulkan keresahan masyarakat, penanganannya akan melibatkan aparat penegak hukum.
Untuk mengusut kelangkaan BBM, Pemerintah Aceh bersama Polda Aceh juga menggelar inspeksi mendadak di SPBU Lingke dan SPBU Lambhuk, Banda Aceh. Hasil pemeriksaan menunjukkan stok BBM masih tersedia dan penyaluran berjalan normal. Namun, petugas menemukan sejumlah kendaraan menggunakan QR Barcode Subsidi Tepat yang tidak sesuai dengan nomor polisi kendaraan.
“Di SPBU Lambhuk ditemukan keanehan, ketika petugas sampai ke SPBU malah banyak kendaraan kocar-kacir keluar dari antrean. Ini menunjukkan ada sesuatu yang tidak beres dalam administrasi antrean pengisian konsumen,” ujar Nurlis.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Aceh menyampaikan kepada Pemerintah Aceh bahwa stok BBM bersubsidi maupun nonsubsidi masih dalam kondisi aman. Pertamina juga memastikan distribusi terus dipercepat agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi, termasuk ketersediaan LPG tabung 3 kilogram yang masih mencukupi.
Nurlis menegaskan, hingga saat ini belum terdapat data maupun fakta yang membuktikan adanya praktik permainan atau penyimpangan dalam distribusi BBM maupun semen di Aceh. Pemerintah Aceh terus berkoordinasi dengan Pertamina, produsen semen, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan dan distribusi berjalan lancar. Masyarakat juga diimbau melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan di lapangan agar dapat segera diverifikasi dan ditindaklanjuti.











