Ekonomi & Bisnis

73 Pelaku Usaha Banda Aceh Belajar Pemasaran Digital Berbasis AI

Raudhatul
×

73 Pelaku Usaha Banda Aceh Belajar Pemasaran Digital Berbasis AI

Sebarkan artikel ini
73 pelaku usaha di Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Politeknik Kutaraja, Rabu, 23 September 2026. [Foto: Raudhah/Byklik.com]

Byklik.com | Banda Aceh – Sebanyak 73 pelaku usaha di Kota Banda Aceh mengikuti pelatihan pemasaran digital berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Politeknik Kutaraja, Rabu, 23 September 2026.

Pelatihan tersebut digelar Pemerintah Kota Banda Aceh melalui program prioritas Banda Aceh Academy bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Para peserta mendapatkan pembekalan dari instruktur Balai Besar Pengembangan Sumber Daya Manusia (BBPSDM) Komdigi Medan. Materi yang diberikan berfokus pada pemanfaatan AI untuk mendukung pemasaran dan pengembangan usaha.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan peserta mendapatkan pengetahuan sekaligus keterampilan praktis dalam memanfaatkan AI untuk kegiatan pemasaran.

Baca Juga  Satpol PP-WH Intensifkan Patroli di Kawasan Publik Banda Aceh

“Para peserta ini dibekali tentang memahami AI untuk pemasaran digital dasar, riset pasar dan buyer persona dengan AI, pembuatan konten teks, gambar, dan video dengan AI,” kata Zubir.

Selain itu, peserta mempelajari optimalisasi kampanye pemasaran, analisis data, studi kasus pemasaran digital, tips praktis penggunaan AI, serta penyusunan rencana aksi digital.

Zubir berharap pelatihan tersebut dapat meningkatkan kemampuan pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung kegiatan bisnis.

Baca Juga  Hardiknas, Implementasi Pendidikan Inklusif di Banda Aceh Dinilai Belum Optimal

“Kami juga berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan kualitas promosi, membangun branding yang lebih baik, serta mendorong pertumbuhan usaha melalui pemanfaatan teknologi digital,” ujarnya.

Menurut Zubir, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Banda Aceh Academy akan terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar mampu mengikuti perkembangan teknologi dan ekonomi digital.

Program Banda Aceh Academy tidak hanya menyasar pelaku UMKM, tetapi juga masyarakat umum, pelajar, dan aparatur sipil negara (ASN).