Byklik.com | Kutacane – Material kayu yang tersangkut di Jembatan Pulolatong, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai dibersihkan setelah banjir melanda wilayah tersebut. Penanganan dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk mengangkat material yang terbawa arus dan mengganggu aliran sungai.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I, Asyari, mengatakan pihaknya langsung bergerak menangani dampak banjir di Aceh Tenggara dengan mengerahkan alat berat ke lokasi terdampak.
“Kita langsung bergerak cepat menangani dampak banjir di Aceh Tenggara dengan mengerahkan alat berat,” kata Asyari di Banda Aceh, Rabu, 23 September 2026 seperti dikutip Antara
Menurut Asyari, pengerahan alat berat dilakukan untuk membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi hambatan akibat tumpukan material di sekitar jembatan.
“Langkah ini kita lakukan untuk membantu memperlancar aliran air, serta mengurangi potensi hambatan akibat tumpukan material di sekitar jembatan,” ujarnya, dikutip dari Antara
Material kayu yang menumpuk di sekitar jembatan menjadi perhatian karena dapat menghambat aliran sungai, terutama ketika debit air kembali meningkat. Pembersihan dilakukan untuk membuka kembali ruang aliran air di bawah jembatan.
Penanganan tersebut juga diharapkan dapat mengurangi potensi genangan di sekitar wilayah terdampak. Aliran sungai yang lebih lancar memungkinkan air mengalir tanpa terhalang material yang terbawa arus banjir.
Selain mengurangi hambatan aliran, pembersihan material di Jembatan Pulolatong turut mendukung keamanan akses masyarakat. Jembatan tersebut menjadi salah satu jalur yang digunakan warga untuk mendukung aktivitas dan mobilitas sehari-hari.
Petugas BWS Sumatera I terus memantau kondisi sungai dan sejumlah lokasi yang terdampak banjir. Pemantauan dilakukan untuk melihat perkembangan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penanganan lanjutan.
Respons di lapangan disesuaikan dengan kondisi dan perkembangan situasi setelah banjir. Penanganan material di sekitar jembatan menjadi bagian dari upaya pemulihan pascabanjir sekaligus menjaga kelancaran aliran sungai.
Pembersihan akan terus dilakukan sesuai kondisi lapangan dan kebutuhan. Pemerintah berharap langkah tersebut dapat membantu mengurangi risiko gangguan aliran air serta memberikan rasa aman bagi masyarakat di kawasan terdampak.











