Ekonomi & BisnisTeknologi & Sains

IPB University Dorong Inovasi Kopi Lewat Standar Mutu Produk

Avatar
×

IPB University Dorong Inovasi Kopi Lewat Standar Mutu Produk

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi. [Foto: Mike Kenneally/Unsplash]

Byklik.com | Bogor – IPB University mendorong pelaku usaha dan penggiat kopi untuk memperkuat kualitas produk melalui penerapan standar mutu yang konsisten serta pengembangan inovasi berbasis kebutuhan pasar. Upaya tersebut dilakukan dengan menghadirkan ahli teknologi pangan Dr. Tjahja Muhandri untuk memberikan pembekalan terkait perbaikan mutu dan pengembangan produk kopi.

Dalam kegiatan tersebut, dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB University itu menjelaskan bahwa kualitas kopi tidak hanya ditentukan oleh bahan baku, tetapi juga dipengaruhi oleh proses pengolahan yang dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.

Menurut Dr. Tjahja, konsistensi mutu harus dibangun melalui standar yang jelas sejak tahap awal produksi hingga produk akhir. Hal itu mencakup pemilihan varietas kopi, umur panen, waktu pengolahan, penggunaan peralatan, pengaturan suhu, durasi proses, hingga dokumentasi setiap tahapan kerja.

“Standar mutu harus didukung dengan spesifikasi yang jelas, seperti varietas, umur panen, waktu pengolahan, penggunaan alat, suhu, durasi proses, hingga tahapan kerja yang terdokumentasi dengan baik,” ujarnya.

Baca Juga  Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi

Ia juga menyoroti pentingnya proses pengeringan sebagai salah satu tahapan krusial dalam menjaga kualitas biji kopi. Menurutnya, pengeringan yang optimal tidak hanya bergantung pada panas, tetapi juga membutuhkan sirkulasi udara yang baik agar kadar air berkurang secara maksimal.

“Pengeringan yang baik akan menghasilkan mutu biji kopi yang lebih terjaga dibandingkan metode yang hanya mengandalkan panas,” jelasnya.

Selain aspek pengendalian mutu, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai peluang hilirisasi dan diversifikasi produk kopi. Inovasi seperti kopi campuran alpukat, kopi durian, kopi susu gula aren, kopi rempah, kopi celup, hingga kopi instan dinilai memiliki peluang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi komoditas kopi.

Dr. Tjahja menambahkan, kualitas produk perlu tetap dijaga setelah proses pengolahan selesai. Penggunaan kemasan kedap udara serta penyimpanan dengan suhu yang sesuai menjadi faktor penting agar produk tetap aman dan memiliki kualitas yang baik saat sampai ke tangan konsumen.

Baca Juga  BSI Gandeng Lazada, Transaksi E-Commerce Melonjak 122 Persen

“Setelah produk diolah, tantangan berikutnya adalah menjaga kualitasnya. Penggunaan packaging yang kedap udara serta penyimpanan pada suhu yang sesuai menjadi langkah penting agar produk tetap aman, berkualitas, dan diterima konsumen dalam kondisi terbaik,” katanya.

Melalui pembekalan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman bahwa keberhasilan industri kopi tidak hanya bergantung pada kualitas biji, tetapi juga kemampuan menjaga standar produksi dan menghadirkan inovasi yang sesuai dengan perkembangan pasar.

IPB University berharap pengetahuan tersebut dapat menjadi bekal bagi pelaku usaha kopi untuk mengembangkan produk yang lebih kompetitif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.